Gairah Pena Alumni (4)


Tjatatan Eko Prasetyo

Buku Pena Alumni, Membangun Unesa Melalui Budaya Literasi digawangi para alumnus IKIP Surabaya (Unesa) yang memiliki reputasi cemerlang di bidang masing-masing. Ide penulisan buku yang ditujukan sebagai kado dies natalis ke-49 almamater dan kado HUT ke-62 Rektor Unesa Prof Muchlas Samani itu muncul di milis alumni.

Adalah moderator milis alumni IKIP Surabaya (Keluarga Unesa) Moh. Ihsan yang kali pertama mencetuskan wacana penulisan buku ini. Dukungan mengalir. Sayangnya, Ihsan yang kini menjabat Sekjen Ikatan Guru Indonesia (IGI) justru tidak urun tulisan. Ia hanya menyumbang daftar nama penulis. Modusnya selalu begitu. Kalau bukan menyumbang judul, ya nama orang yang patut menulis. Wakakak!  

Pada 2011, sebenarnya digagas penulisan buku Surat untuk Almamater yang digawangi alumnus muda cemerlang Unesa, Bayu Dwi Nurwicaksono. Tujuannya sama: kado dies natalis almamater. Namun, karena sepinya peminat, buku ini urung terwujud.

Buku Pena Alumni setidaknya bisa mengisi absennya Surat untuk Almamater. Sebagai editor, saya tentu memiliki kewajiban untuk ”memalak” tulisan dari para pengarang kondang di kalangan alumni IKIP Surabaya. Salah satunya ”membajak” Kompasianer yang tengah naik daun Much. Khoiri, dosen creative writing jurusan bahasa dan sastra Inggris Unesa.

Dukungan moral berdatangan. H. Bahtiar yang akrab disapa Mas Habe ikut mengompori para anggota milis alumni agar menulis di buku ini. Satria Dharma siap menyumbangkan duit untuk membantu biaya cetak buku. Cak Sol, mantan redaktur senior Jawa Pos dan Sindo, berjanji meresensi buku ini di surat kabar.

Barisan jurnalis senior seperti Sirikit Syah, Rukin Firda, dan Hartoko ikut turun gunung. Hadirnya Prof Luthfiyah Nurlaela dan Prof Lies Amin Lestari menambah kekuatan buku Pena Alumni. Yang luar biasa, pegiat literasi yang aktif mendampingi para buruh migran di Hongkong, yakni Pratiwi Retnaningdyah, menyumbangkan tulisan tentang pentingnya menciptakan forum akademik yang egaliter.

Tiwik, sapaannya, yang kini tengah menempuh pendidikan S-3 di University of Melbourne benar-benar menggelorakan semangat Pena Alumni. Betapa tidak, dia masih sempat-sempatnya menulis ketika harus berjuang melawan kanker payudara yang diderita. Heroik!

Sidoarjo, 20 Desember 2013

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 20, 2013, in budaya. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: