Pojok Bahasa: Mayat Tewas


Catatan Eko Prasetyo

penulis buku Keterampilan Berbahasa: Tepat Memilih Kata

Pojok Bahasa: Mayat TewasApabila ada mayat hidup kemudian tewas, itu hanya bisa ditemui di Indonesia, terutama di pemberitaan media. Tentu saja ini cuma olok-olokan bagi wartawan atau redaktur sebuah media, baik cetak maupun online, yang kurang cermat saat menulis atau menyunting berita.

Berikut ini adalah contoh beberapa judul yang bermasalah.

  1. Mayat Nenek Yustina Ditemukan Tewas Terapung di Laut

Sumber cetak: Pos Kupang, 14 November 2013

Sumber online: http://www.tribunnews.com/regional/2013/11/14/mayat-nenek-yustina-ditemukan-tewas-terapung-di-laut

  1. Mayat Laki-Laki Bercincin Perak Tewas Tenggelam

Sumber cetak: Koran Sindo, 11 November 2013

Sumber online: http://daerah.sindonews.com/read/2013/11/11/22/804475/mayat-laki-laki-bercincin-perak-tewas-tenggelam

  1. Mayat Tewas di Kamar Mandi

Sumber online: http://www.indosiar.com/patroli/mayat-tewas-di-kamar-mandi_48530.html

Tiga judul berita di atas memiliki kasus yang sama, yaitu kesalahan logika bahasa. Hal ini terkait dengan penggunaan kata mayat dan tewas secara tidak tepat. Bagaimana mungkin mayat yang jelas-jelas sudah tidak bernyawa bisa tewas?

Pembenahannya bisa dilakukan sebagai berikut.

  1.  Yustina Ditemukan Tewas Terapung di Laut
  2. Seorang Pria Bercincin Perak Tewas Tenggelam
  3. Korban Tewas di Kamar Mandi

Sidoarjo, 16 Desember 2013

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 16, 2013, in Bahasa. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. kok bisa media skala nasional salah kaprah hal simple gini ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: