Keiris-iris dengan Akronim Ini


Tjatatan Eko Prasetyo

Klub Bloger IGI

Keiris-iris.

Keiris-iris.

Begitulah yang saya rasakan ketika membaca akronim-akronim pelesetan ini. Betapa tidak, sebuah kata yang memiliki makna tertentu menjadi berubah 180 derajat ketika dipelesetkan dalam suatu akronim.

Dulu, ketika masih duduk di bangku kuliah IKIP Surabaya, saya mengenal singkatan dan akronim yang keren, tidak seperti sekarang. Misalnya, STTB (sekolah tamat tapi blegug), S3 (setiap Sabtu setor), Santi Utomo (sampai nanti see u tomorrow), dosen (dodolan sendok), STMJ (semester tujuh masih jomblo), dan SD SMP SMA (saya datang, saya mau pulang, saya mengucapkan assalammualaikum).

Di kalangan kami, dulu pelesetan -wabil khusus akronim dan singkatan- kreatif dan mendekati realita. Contohnya lagi, PNS (pegawai nunggu sore), LUPUS (lupakan urusan pacar, urusi sekolah), Umar Bakri (untung masih ada rambut di bagian kanan dan kiri), UPH (universitas penguras harta), ITB (institut terkenal banget), dan STAN (sekolah top anti nganggur), dan CBSA (cinta bersemi sesama aktivis).

Namun, tidak demikian halnya dengan kondisi sekarang. Banyak akronim dan singkatan yang enggak banget. Contohnya, narkoba (narik kolor babu). Iya kalau pembantunya pakai kolor, kalau tidak? Eh maaf maksud saya, akronim tersebut amat mesum dan tidak pantas.

Ada lagi akronim yang cukup mengganggu saya. Bikin keiris-iris. Keiris-iris. Membacanya pun mungkin kita tidak tega. Yaitu PMP (pren makan pren). Walaupun secara realitas banyak terjadi, akronim ini bisa mengundang dampak kurang kondusif.

Namun, ternyata itu belum seberapa jika dibandingkan dengan akronim berikut ini. Saya kali pertama tahu dari membaca di sebuah sumber internet. Tetapi, saya terpicu dari pengalaman sekumpulan tukang yang sedang mengerjakan proyek di perumahan tempat saya tinggal. Mereka menggoda seorang pembantu yang semlohainya nggak ketulungan. ”Wongso Subali….!” teriak salah seorang di antaranya.

Setelah saya cek di internet, ternyata kata memiliki makna yang begitu mendalam. Yaitu: wonge gak sepiro, su**ne sak bal voli. Ampuuuun mama!!!

Sidoarjo, 16 Desember 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 16, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: