Ayo Geser Dominasi Universitas Negeri Malang di Surya!


Tjatatan Eko Prasetyo

pembina Must Nulislah

Surya 21 November 2013 kopi tahlil headerSalah satu koran di Jawa Timur yang belum bisa saya tembus rubrik opininya adalah harian Bhirawa milik Pemprov Jatim. Saya merasa tulisan saya sukar dimuat di sana. Semula saya mengira bahwa mungkin rubrik tersebut hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang terkait dengan birokrasi pemerintah.

Ternyata dugaan itu salah. Redaksi Bhirawa punya alasan kuat tidak memuat tulisan saya. Lha wong saya memang belum pernah mengirimkan ke sana. Ampun mbokde! Ampuuuuun, aQ mÖhÖnT….!

Semoga tulisan yang saya kirim kemarin sore (4/12) tentang pendidikan budi pekerti yang terilhami dari kasus plagiasi yang melibatkan akademisi bisa dimuat di Bhirawa. Bukan tanpa alasan saya mengirimkan tulisan ke harian tersebut. Alasan pertama adalah harapan agar artikel itu dibaca para birokrat. Ini penting. Sebab, saya melihat ada saja birokrat yang melanjutkan kuliah pascasarjana cuma beberapa bulan, lalu lulus dengan IPK mengagumkan. Pak Rukin, wartawan senior Jawa Pos, saja harus ngos-ngosan kuliah S-2 selama sekitar dua tahunan dan berhasil meraih IPK 4,0.

Jelas, saya yakin budaya plagiasi di kalangan birokrat yang meneruskan kuliah pascasarjana masih kuat. Mosok rek kuliah S-2 kurang dari delapan bulan bisa dapat ijazah magister (ingat kasus PTS di Ngagel, Surabaya, kan?). Karena itu, saya berharap tulisan ini bisa dimuat dengan harapan dibaca oleh mereka.

Nah, sekarang saya sedang getol menulis di rubrik Citizen Reporter di harian Surya. Halaman Opini di Surya sudah lama ditiadakan. Salah satu gantinya ya rubrik Citizen Reporter tersebut.

Rubrik ini terbuka untuk pembaca umum. Namun, kebanyakan penulisnya adalah mahasiswa. Berdasar pengamatan saya selama Agustus-November 2013 saja, persentase mahasiswa yang menulis di situ mencapai 85 persen. Sisanya adalah santri, pelajar, peneliti, pegawai, hingga guru.

Menulis di Citizen Reporter Surya tergolong mudah. Panjang tulisan hanya 250 kata serta si penulis menyertakan biodata singkat seperti nama lengkap, profesi, nomor telepon, dan alamat e-mail.

Semula saya tidak bergairah turun gelanggang ke sana. Saya lebih mendorong nyonya untuk mengirimkan liputan kegiatan sekolahnya di rubrik itu. Namun, akhirnya saya gemes juga. Pasalnya, para penulisnya selalu datang dari institusi yang itu-itu saja. Kalau tidak mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), ya mahasiswa Brawijaya, UIN Maulana Malik Ibrahim, dan UMM (Univ. Muhammadiyah Malang). Semuanya dari Malang. Penyumbang terbanyak adalah UM.

Dari Surabaya, wakilnya paling banter hanya Universitas Airlangga (Unair) dan IAIN Sunan Ampel (sekarang UIN Sunan Ampel). Sesekali ada mahasiswa dari Unesa. Sesekali!

Ini yang bikin gemes. Ke mana arek-arek Unesa? Berawal dari situ, saya mulai berniat untuk kirim liputan warga ke Surya. Dan mencantumkan nama korps alumnus Sastra Indonesia Unesa. Mengapa? Biar yang muncul tidak melulu jurnalis warga dari tetangga: Universitas Negeri Malang.

Kalau Anda tidak percaya, silakan cek ke rubrik Citizen Reporter harian Surya, baik versi online maupun epaper-nya. Pasti bejibun arek-arek UM. Saya punya harapan agar mahasiswa Unesa bisa menjadikan rubrik ini sebagai wadah kreativitas dan latihan menulis.

Saya mengusulkan, bagaimana jika dosen Unesa mendorong mahasiswanya untuk mencoba menulis di rubrik Citizen Reporter Surya? Selain bermanfaat buat si mahasiswa, ini bisa menjadi upaya pencitraan yang baik buat Unesa. Saya kira, Mas Hartoko (praktisi kehumasan) pernah menekankan hal ini dalam tulisannya di buku Pena Alumni tentang pentingnya peran media dalam membangun branding Unesa.

Sidoarjo, 4 Desember 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 4, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. mahasiswa jaman sekarang sepertinya malas menulis ^^

  2. Salam Satu Surya,
    salam kenal Mas Eko, terima kasih sudah menyemangati kami para warga mahasiswa Malang untuk gemar menulis. Semoga kita sesama tetangga sejarahnya IKIP di Jawa Timur bisa berkarya bersama-sama untuk kemajuan almamater tercinta. Semangattttt!!!!

  3. hahaha iya bner bgt
    saya juga slh satu dr sekian mhsiswa UM yg rajin ngirim tulisan hehehe.. dan Alhamdulilah srg dimuat. soalnya kang, di UM bisa dper duit dr nulis itu haha. jadinya smngat nulis haha
    mlh ad satu mahasiswa UM yg slama 3 to 4 hari tulisannya dimuat berturut2

  4. Mas eko mau tanya boleh, bagaimana cara mengirimkan artikel ke harian surya? Melalui email kah? Kalau iya, boleh kah saya minta alamat email harian surya? Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: