Kesadaran Literasi Bono


Catatan Eko Prasetyo

Klub Bloger IGI

Bagaimana jika lagu nostalgia dinyanyikan oleh dua penyanyi hebat beda generasi? Jawabannya adalah ciamsor. Hal ini pernah dilakukan Bang Haji Rhoma dengan band rock Slank saat memainkan nomor Begadang. Di luar negeri, ada Julio Iglesias dan Paul Anka yang membawakan lagu hit legendaris My Way.

Michael Jackson juga pernah berduet dengan pentolan The Beatles Paul McCartney dalam The Girl is Mine. Rekayasa teknologi juga pernah membuat Natalie Cole bisa bernyanyi berdua dengan mendiang ayahnya, superstar jazz dunia Nat King Cole (wafat 1965), di klip video Unforgettable.

Namun, menurut saya, yang paling heboh adalah duet Frank Sinatra dan Bono, vokalis band terkenal asal Irlandia U2 dalam lagu I’ve Got You Under My Skin. Lagunya saja sudah tua, ditulis pada 1936 oleh Cole Porter. Dalam sejarahnya, Frank Sinatra kali pertama membawakannya pada 1946.

Lagu ini termasuk salah satu yang paling banyak cover version-nya. Beberapa penyanyi terkenal yang sempat melantunkannya adalah Diana Krall di album When I Look in Your Eyes (1999), Carly Simon (album Moonlight Serenade, 2005), Michael Buble (It’s Time, 2005), Michael Bolton (Bolton Swings Sinatra, 2006), dan Cliff Richard (Bold as Brass, 2009).

Saat saya masih duduk kelas 1 di SMPN 13 Bekasi (sekarang SMPN 18 bekasi) atau 1993, klip video Bono dan Frank Sinatra lumayan sering diputar di acara musik stasiun TV swasta seperti RCTI. Di generasi saya, lagu I’ve Got You Under My Skin juga diputar dalam film kartun terkenal The Flintstone’s dan I Yabba-Dabba Do! pada 1993.

Klip video I’ve Got You Under My Skin yang mempertemukan Bono dan Sinatra disutradarai Kevin Godley. Lagu ini masuk dalam album Duets dan dirilis bersama single milik U2 Stay (Faraway, Close!). Bayangkan, dalam klip video tersebut, Sinatra saat masih muda sampai yang sudah kewut ditampilkan secara bergantian di beberapa adegan bersama Bono. Ceria dan menggembirakan.

Namun, yang lebih menginspirasi adalah ketika Bono memutuskan menjadi kolumnis. Dan inspiratornya adalah Sinatra! Sejak Januari 2009, Bono mengisi kolom di The New York Times tiap pekan. Alasannya sederhana, ia ingin menyuarakan berbagai kritik sosial tidak hanya pada lirik lagu, tapi juga artikel yang bisa dibaca banyak orang.

Bisa ditebak, salah satu ulasan terkenal dari Bono berisi tentang sosok Sinatra. Bono mengutarakan apa yang membuat Frank Sinatra menjadi penyanyi besar. ”Anda bernyanyi seolah menyanyi untuk yang terakhir kali dan menyanyikannya seolah baru pertama membawakannya,” tulisnya sebagaimana dikutip dari Rolling Stones (15/1/2009).

Bono termasuk penyanyi dan pegiat sosial yang sering bertemu tokoh-tokoh berpengaruh dunia seperti mantan Presiden AS George W. Bush. Namun, kenangan yang tidak terlupakan ialah duetnya bersama Frank Sinatra dalam lagu I’ve Got You Under My Skin yang irama musiknya begitu rancak dan gembira.

Memori itulah yang membangun kesadaran Bono untuk mengabadikannya lewat tulisan. Ia sadar bahwa hasil pena lebih berumur panjang ketimbang usia manusia itu sendiri. Tak heran jika ia menceritakan momen-momen indah dan pengalamannya tentang Sinatra dalam salah satu kolom di surat kabar terkenal The New York Times.

Surabaya, 30 November 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on November 30, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: