Secangkir Kopi Tahlil Pekalongan


Surya

Selasa, 19 November 2013 21:12 WIB
Secangkir Kopi Tahlil Pekalongan

Oleh: Eko Prasetyo 
Alumnus Sastra Indonesia Unesa
must_prast@yahoo.co.id

Indonesia dikenal sebagai negara penghasil kopi terbaik di dunia. Sebut saja kopi luwak, kopi arabica, dan lain-lain. Minum kopi pun menjadi gaya hidup berbagai kalangan, termasuk anak muda. Kedai-kedai kopi modern ramah kantong tumbuh di sejumlah kota, macam di Jakarta, Bandung, hingga Surabaya.

Namun, ada pula kopi tradisional yang tak kalah dengan kopi olahan kedai kopi modern. Di Pekalongan misalnya, minum kopi juga menjadi tradisi. Kota Batik yang terletak di antara Pemalang dan Batang tersebut terkenal sebagai kota santri yang memegang budaya religius. Setiap pengajian ada sajian khas yang tak tertinggal, yakni kopi tahlil. Diberi nama demikian karena awal mulanya memang berasal dari kegiatan tahlilan.

Ketika tahlilan, si empunya rumah kerap menyajikan minuman kopi yang berbeda dari kopi kebanyakan karena kopi diracik dengan rempah-rempah seperti jahe dan kapulaga. Dan sensasi yang ditimbulkan setelah menyeruput kopi ini kepala seakan bergoyang dan mengucapkan kalimat tahlil saking nikmatnya. Kandungan rempah dalam kopi tahlil bermanfaat untuk menghangatkan badan. Kopi tahlil ini masih mudah dijumpai di kota batik ini. Sempatkan mencicipinya bila lewat di pekalongan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on November 21, 2013, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: