Perguruan Tinggi dan Filosofi Kerupuk


Kemarin saya ngopi bersama sastrawan Tengsoe Tjahjono serta dua penggawa humas Unesa, yakni Mr Totok dan Om Roy. Kami berdiskusi seputar dunia pendidikan dan menyoroti LPTK (lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan).

Yang menarik adalah filosofi kerupuk yang dicontohkan Pak Tengsoe terkait lulusan perguruan tinggi. Ia menyebutkan tiga hal yang penting untuk dilakukan perguruan tinggi, termasuk LPTK seperti Unesa. Yakni, menyiapkan output, outcome, dan impact yang baik.

Ia memberi contoh kerupuk. Kerupuk yang telah diproduksi dilukiskan sebagai output. Namun, apakah kerupuk itu laku dijual atau tidak di pasaran, ini disebut outcome. Jika konsumen merasa tidak tenang apabila belum makan kerupuk tersebut, ini disebut impact.

Nah, saat ini masih perguruan tinggi di Indonesia yang baru menghasilkan output. Belum sampai pada tahap outcome, apalagi impact.

Malang-Sidoarjo, 19 November 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on November 21, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: