Bila Matematika Bercerita


Senin, 4 November 2013

Surya

Bila Matematika Bercerita

Minggu, 3 November 2013 20:51 WIB
Bila Matematika Bercerita

Eko Prasetyo

Oleh : Eko Prasetyo
Aktivis Ikatan Guru Indonesia
must_prast@yahoo.co.id

Siapa bilang matematika itu momok menakutkan? Pelajaran ini ternyata bisa sangat menyenangkan. Tentu ada kiatnya tersendiri. Hal inilah yang coba dibuktikan dalam workshop Membuat Cerita bertema Matematika di kelas matematika untuk guru sekolah dasar (SD), Kamis (24/10/2013), di Telkom Mergoyoso, Surabaya.

Workshop yang dihajat Ikatan Guru Indonesia (IGI) itu mendatangkan narasumber dari Sampoerna School of Education, Dhitta Puti Sarasvati. Alumnus Institut Teknologi Bandung itu menguraikan, matematika pun bisa menjadi pelajaran yang disukai siswa. Kuncinya, guru harus mampu menarik perhatian dan minat murid lebih dahulu. Kiat atau metode yang diajarkan cukup sederhana namun ampuh, yaitu bercerita.

Bercerita yang merupakan bagian dari literasi bisa digabungkan ke dalam pelajaran eksak seperti matematika. Umumnya, anak-anak usia SD sangat menyukai cerita. Hal inilah yang menjadi alasan penggunaan metode bercerita dalam pelajaran matematika.

Di Amerika Serikat, teknik tersebut sudah jamak dipakai. Hasilnya sangat menggembirakan. Pelajaran matematika berjalan sangat menyenangkan dan atraktif. Misalnya, siswa dibacakan kisah Lima Nelayan Bodoh, Nol dan Satu, serta Segitiga yang Tak Puas. Di dalamnya, terdapat selipan-selipan tentang penjumlahan, pengurangan, angka desimal, hingga pengenalan bangun datar.

Pada akhir pelatihan, seluruh guru peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta membuat presentasi power point. Tiap kelompok diwajibkan membuat cerita sederhana yang mengandung pelajaran matematika. Diskusinya berlangsung heboh. Pendapat semua peserta sama: ternyata matematika amat menyenangkan jika disampaikan dengan gaya bercerita.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on November 4, 2013, in Edukasi. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Matematika menjadi tak menyenangkan lagi setelah alfabet bergabung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: