Lawang Tour


Catatan Eko Prasetyo

Ingin memiliki betis yang indah? Saya tidak menganjurkan Anda untuk menggowes sepeda ke Kebun Teh Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang. Bukan malah terlihat seksi, malah bisa-bisa betisnya bengkak. Lha laopo sih kok anjlok tekan betis? Hahaha!

Maaf, saya sebenarnya ingin mengupas mahakarya Tuhan yang luar biasa di Kota Lawang tersebut. Kebetulan seorang senior saya di IKIP Surabaya sedang tur ke Guilin, Tiongkok. Saya pikir, daripada menguras celengan ayam kesayangan saya untuk ongkos ke Tiongkok, lebih baik tamasya ke objek wisata yang dekat-dekat saja.

Karena itu, saya memilih Kebun Teh Wonosari yang tidak kalah indah dengan Kota Nanning ataupun Guilin di Tiongkok. Apalagi, rumah saya di Pandaan tak terlalu jauh dari Lawang. Jika nyetir mobil sendiri dan lalu lintas lancar, perjalanan bisa ditempuh sekitar 45 menit.

Sebenarnya, di dekat Pandaan banyak lokasi wisata yang menarik. Di antaranya, area rekreasi keluarga Taman Dayu, Taman Safari Indonesia II Prigen, Kebun Raya Purwodadi, dan Kutho Guro di lereng Gunung Penanggungan yang dahulu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Kahuripan yang dipimpin Prabu Airlangga.

Namun, saya kali ini lebih memilih Kebun Teh Wonosari untuk refreshing. Dari Kota Lawang, jarak menuju ke lokasi sekitar enam kilometer. Tiket masuknya hanya Rp 8 ribu pada hari biasa dan Rp 12 ribu pada akhir pekan. Sementara ongkos parkirnya hanya Rp 3 ribu untuk kendaraan roda empat.

Bagi saya, tempat tersebut cocok untuk mencari inspirasi menulis buku. Apalagi jika ditemani lantunan Can’t Take My Eyes Off of You-nya Andi Williams, Masih Ada-nya Dian Pramana Putra-Deddy Dhukun, atau Kelinci Ucul-nya Ki Narto Sabdo. Sambil menyeruput kopi tubruk dan memandangi panorama yang asri dan sejuk, umur rasanya nambah sehari jika dibandingkan dengan hidup di Jakarta. Fasilitas lain yang ada di Wonasari adalah kolam renang, wisma penginapan yang murah meriah (mulai Rp 200 ribuan per malam), tempat ibadah, lokasi kemping, panjat tebu, eh panjat tebing, wahana flying fox, dan ini yang menjadi favorit saya: sepur kelinci! Di Nusa Kambangan, mana ada sepur kelinci, iya kan? Hahaha!

Hufh, rasanya tidak rugi tur ke Kebun Teh Wonosari. Kalau di Surabaya disuguhi kemacetan, di Lawang suasananya benar-benar segar sehingga pikiran terbawa tenang. Namun, sekali lagi saya tidak menyarankan Anda ke lokasi kebun teh dengan nggowes, baik dengan sepeda maupun becak. Apalagi mbecak dengan membawa penumpang sampai dua orang dengan bobot rata-rata 50 kilogram. Please, sayangi jantung kita!

Graha Asri, 31 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 31, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: