Eko Mulyadi dan Si Caleg Maling


Tjatatan Must Prast

ngopi + ngrasani Yu Tun = timbilen

Hanthiik, nyaris saja mripatku mbrebes mili saat menonton wawancara Andi F. Noya dengan Eko Mulyadi di Metro TV (25/10). Pemuda 31 tahun ini (pantaranku mbah!) memberdayakan warganya yang mengidap down sindrome (keterbelakangan mental).

Di desanya yang tergolong tertinggal di Ponorogo, banyak warga yang tunagrahita. Jumlahnya kini 98 orang. Banyak di antaranya masih berada dalam usia produktif.

Eko Mulyadi sejak remaja telah tergerak untuk membantu mereka. Misalnya, mengadakan bakti sosial OSIS di desanya, mengumpulkan zakat fitrah tiap tahun untuk warga idiot setempat, hingga menyalurkan daging kurban kepada penduduk tunagrahita tersebut.

Sampai akhirnya ia berinisiatif untuk mengajukan bantuan CSR ke Bank Indonesia. Setelah di-acc, ia membuat kolam lele dan kandang untuk peternakan ayam serta kambing.

Dia lantas mengajari langsung para warga tunagrahita tentang cara beternak sampai memanennya. Hasil panen yang didapat lantas dibagi rata untuk mereka. Eko juga membikin kolam-kolam kecil di rumah para warga tunagrahita tersebut untuk diolah secara mandiri.

Langkah Eko ini akhirnya didukung warganya yang lain yang sebelumnya sempat pesimistis. Sampai suatu hari ia dipaksa para pemuda dan tokoh masyarakat setempat untuk maju dalam pilkades. Ia semula menolak karena takut tak bisa menyejahterakan warganya. Namun, desakan hebat warga membuatnya luluh. Kini ia terpilih sebagai Kades dengan segudan program pengentasan kemiskinan di kampungnya.

Sementara itu, baru saja aku menonton Metro TV Surabaya tentang tertangkapnya caleg muda di Lumajang. Ia nyaris dimassa karena kasus pencurian. Kepada polisi, ia mengaku bertindak goblok seperti itu karena terdesak biaya kampanye pencalegannya.

Pada Hari Sumpah Pemuda ini, tentu banyak Eko Mulyadi dan para caleg maling di negeri ini. Disadari atau tidak, pemuda menjadi gerbong penentu kemajuan suatu bangsa. Kepemimpinan negara ini juga membutuhkan peran vital pemuda.

Jika Bung Karno pernah meminta 10 pemuda untuk mengguncang dunia, maka kita selayaknya berharap memiliki banyak pemuda seperti Eko Prasetyo, eh Eko Mulyadi. Hidup pemuda!!!

Soerabaia, 28 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 28, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: