Bongkar Mitos Matematika dan Bercerita


Laporan Eko Prasetyo

SURABAYA Selama ini berkembang mitos bahwa matematika tidak bisa dikaitkan dengan kegiatan bercerita. Benarkah demikian? Untuk itu, Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengadakan workshop membuat cerita bertema matematika di kelas matematika bersama narasumber Dhitta Puti Sarasvati di BLC Telkom Mergoyoso Kamis (24/10).

Perempuan asal Jakarta itu menuturkan, sesungguhnya pembelajaran akan berlangsung baik apabila siswa merasa tertarik terhadap materi yang diberikan. Karena itu, untuk menghidupkan suasana belajar di kelas dibutuhkan kreativitas dan inovasi dari guru. Demikian pula halnya dengan matematika yang notabene menjadi pelajaran yang sering dianggap momok bagi sebagian siswa.

Puti menceritakan, kegemarannya terhadap fisika dan matematika tak terlepas dari peran orang tuanya yang sering membacakan buku untuk dia. Misalnya, Five Silly Fisherman (Lima Nelayan Bodoh) ataupun Zero and One (Nol dan Satu). Alumnus ITB tersebut menjelaskan bahwa aktivitas literasi seperti bercerita dan matematika dapat membangun minat serta rasa ingin tahu anak terhadap matematika.

Contohnya, dalam cerita segitiga yang galau, para murid bisa mempelajari bangun-bangun datar seperti segitiga, segiempat, segilima, dan seterusnya. Misalnya, segitiga diilustrasikan sebagai atap rumah, alat musik dalam orkestra, orang yang berkacak pinggang, piramida, dan banyak lagi.

Semuanya diilustrasikan dalam cerita yang menarik. Karena itu, Puti juga mengajak para guru yang mengikuti pelatihan tersebut untuk membuat cerita yang terkait dengan matematika. Dibuatlah enam kelompok peserta yang masing-masing kelompok diminta membuat presentasi dalam bentuk powerpoint.

Diskusi pun berlangsung heboh. Masing-masing kelompok mampu membuat cerita sederhana yang mengusung tema seperti penjumlahan, sudut lancip, pengurangan, dan pembagian. M. Mushthafa, kepala SMA 3 Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, mengaku acara tersebut memberikan khazanah baru bagi pengembangan pembelajaran di kelas. ”Menarik sekali. Perkawinan antara bercerita dan matematika dapat menggugah minat siswa terhadap mata pelajaran matematika,” ucap pria berkacamata itu.

Hal senada dikatakan Prawoto, guru sebuah SMP negeri di Surabaya. Dia menuturkan, kegiatan literasi seperti bercerita dapat diaplikasikan dalam semua mata pelajaran. ”Ini tentu saja menuntut kreativitas guru untuk membuat suasana pembelajaran tidak membosankan,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum IGI Satria Dharma menyatakan bahwa pelatihan ini telah meruntuhkan mitos bahwa pelajaran eksak dan bercerita itu tidak berkaitan. Dia mengatakan, imajinasi itu tidak terbatas. Dalam kegiatan belajar mengajar, inovasi sangat dibutuhkan untuk membuat cerita yang menunjang pembelajaran. ”Di sinilah kreativitas guru dituntut,” pungkasnya. (*)

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 24, 2013, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: