Selamat Jalan Prof James Danandjaja…


Tjatatan Must Prast

Sumber: picasaweb.google.com

Sumber: picasaweb.google.com

Apa buku kesayangan saya? Banyak. Namun, di antara sekian itu, salah satu yang betul-betul saya rawat dengan baik adalah Folklor Indonesia; Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain terbitan Grafiti karya Prof James Danandjaja. Buku ini dulu pernah saya pakai saat menimba ilmu di jurusan sastra Indonesia IKIP Surabaya (Unesa). Masih awet hingga sekarang di kediaman saya.

Buku tersebut terbilang istimewa bagi saya pribadi. Kalau buku-buku perkuliahan lain dulu hanya berupa fotokopian, saya secara khusus membeli buku Folklor Indonesia ini. Sayangnya, penjilidan buku ini kurang begitu baik. Apabila kurang cermat, halamannya mudah protol. Karena itu, saya amat berhati-hati saat membaca dan membuka lembar demi lembar dalam buku tersebut.

Buku kuliah lain yang masih saya rawat dengan baik adalah karya almarhum Prof Suripan Sadi Hutomo. Saya dulu belajar bahasa Jawa kuno dari beliau dan Pak E. Yonohudiyono. Namun, buku Folklor Indonesia tetap lebih istimewa di mata saya meski saya tidak pernah diajar oleh Pak James, antropolog legendaris dari Universitas Indonesia itu.

Mengapa demikian? Sebab, saya sejak dulu memang menyukai tema-tema budaya. Tentu saja juga disebabkan gaya tulisan Pak James yang enak dibaca dan ringan tersebut. Karya beliau lainnya yang saya koleksi adalah Humor Mahasiswa yang merupakan kumpulan tugas para mahasiswanya pada era 1970-an. Membaca buku ini sungguh meningkatkan selera humor saya.

Sumber: bukubukubekas.wordpress.com

Sumber: bukubukubekas.wordpress.com

Kebetulan nyonya saya juga berasal dari jurusan sastra Indonesia di Universitas Diponegoro Semarang. Skripsinya dulu mengambil tema filologi. Tentu saja amat berkaitan dengan budaya. Salah satu literaturnya juga karangan Prof James. Karena itu, kami sama-sama nyambung jika mendiskusikan masalah dongeng, cerita rakyat, fabel, dan sebagainya.

Prof James merupakan keturunan Tionghoa yang lahir pada 19 April 1934 dengan nama Tan Soe Lin. Ia menjadi tenaga pengajar di UI sejak 1960-an dan menekuni bidang antropologi. Tak heran ia dikenal sebagai antropolog terkemuka di Indonesia.

Dulu saya sempat punya keinginan untuk meminta endorsement kepada Prof James di salah satu buku yang saya tulis. Sayangnya, harapan tersebut tidak terwujud. Beliau keburu dipanggil Sang Mahakuasa.

Ya, saya kaget ketika menerima kabar meninggalnya Pak James dalam usia 79 tahun tadi pagi, sekitar pukul dua dini hari, di Twitter. Belum ada informasi lebih lanjut terkait kabar duka ini. Dalam perjalanan menuju Bandung tadi, saya langsung menghubungi beberapa sahabat yang sama-sama mengagumi Pak James untuk memberi tahu teman yang lain via jejaring sosial.

Pak James benar-benar menjadi contoh buat kami. Ia mungkin sudah tiada. Namun, karyanya tetap menemani hari-hari kami. Bersama buku-buku yang pernah ditulisnya, ia abadi. Dan benarlah ucapan sastrawan Pramoedya bahwa menulis itu bekerja untuk keabadian. Selamat jalan Prof….

Bandung, 21 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 21, 2013, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: