Alasan Saya Tidak Ikut Menghujat Lion Air


Tjatatan Must Prast

ngopi + telo goreng = IQ nambah

Pelayanan Lion Air ancen keblinger tenan. Kemarin penumpang Lion Air tujuan Bandara Kuala Namu, Sumut, telantar selama tujuh jam di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Sudah telantar berjam-jam, tak dapat kompensasi makan pula. Tak urung, para penumpang mencak-mencak ke petugas Lion Air.

Hal serupa dialami penumpang Lion Air di Bandara Internasional Batam, Riau. Mereka yang akan menuju ke NTT itu terpaksa ngisis di tempat tunggu di luar karena pendingin di ruang tunggu dalam dimatikan. Malam-malam pula. Lebih dari tiga jam pula.

Ini bukan kejadian mengecewakan pertama yang menimpa para penumpang Lion Air. Pada 30 September silam, insiden heboh terjadi di Manado, Sulut. Para penumpang Lion Air diukep di dalam pesawat selama kurang lebih tiga jam tanpa ada kejelasan kapan segera take off. Karena kepanasan dan panik, para penumpang memaksa pramugari untuk membuka pintu darurat pesawat.

Peristiwa ini juga menjadi pemberitaan media asing. Opo ora ngisin-isini Indonesia raya ngene iki?

Salah satu senior saya di IKIP Surabaya, Moh. Ihsan (Sekjen IGI), termasuk pelanggan Lion Air. Ia pernah mengakui layanan telat ala maskapai penerbangan tersebut. Sampai-sampai dia menyebut LION itu singkatan dari Late is Our Nature. Anehnya, Mas Ihsan ora kapok-kapok numpak Lion Air. Hobi telatkah? Hahaha!

Seorang kawan saya di Kompasiana nanya apakah saya tertarik untuk ikut mengkritik layanan Lion Air di surat kabar. Saya jawab enggak. Saya juga enggan menyoroti Kemenhub yang seakan melempem dan enggan memberikan sanksi untuk Lion Air atas rentetan kejadian tadi.

Mengapa saya nggak mau ikut menghujat Lion Air? Ya karena saya tidak pernah dikecewakan maskapai itu. Saya harus fair dan jujur soal ini. Kalau memang Lion Air tak pernah bikin saya telat, saya harus akui hal tersebut. Lha wong saya memang nggak pernah naik Lion Air. Paling banter ya menumpang Gaya Baru Malam Selatan tujuan Gubeng.

Graha Asri, 18 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 18, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: