Rayap dan Andra and The Backbone


Sejak SMA, saya sudah ngefans sama Dewa 19. Saat Ahmad Dhani bikin proyek Ahmad Band dengan menggandeng Bimo (eks drumer Netral) dan Bebi Romeo, saya sudah yakin lagunya bakal meledak. Terbukti hit yg berjudul Aku Cinta Kau dan Dia telah memiliki beberapa cover version oleh penyanyi lain hingga kini.

Ketika Dewa 19 mengganti formasi dengan masuknya Once yg menggantikan Ari Lasso pada awal 2000, Dhani tetap bisa bikin lagu-lagu ciamik. Saya paling suka album mereka yg dirilis pada 2002 karena semua lagunya ngehit. Di antaranya, Arjuna (Dewa sempat ribut perkara hak cipta sama Pak Yudhistira Massardi yg juga member milis IGI), Kosong, Pupus, Mistikus Cinta, Kasidah Cinta, dan Angin.

Saat melihat konsernya di Tuban, lagu Mistiskus Cinta yg diilhami dari karya Kahlil Gibran dibawakan dg beat yg dahsyat. Intronya menghantui banget. Musikalitas Dewa 19 memang pilih tanding. Menurut saya, band lain yg pantas disejajarkan dengan Dewa 19 adalah Padi (Surabaya), Naif (IKJ), Netral (Jakarta), Superman is Dead (Denpasar), ataupun Shaggy Dog (Jogja).

Ketika Dewa vakum, Andra sang gitaris bikin proyek baru. Band bentukannya diberi nama Andra and The Backbone. Beberapa lagunya juga jadi hit. Di antaranya, Sempurna, Lagi dan Lagi, serta Tak Ada Yang Bisa. Saya pun ikut menggemari Andra and the Backbone.

Saya lumayan sering nyetel lagu Lagi dan Lagi yg rada ngerock itu. Cuma untuk teman di kala senggang atau pas rileks saat nulis buku.

Terus terang sejak awal saya sudah curiga dan merasa ada yg aneh jika saya nyetel lagunya Andra yg ngerock. Soale ada suara kriyek-kriyek gitu. Belakangan saya baru tahu bahwa kayu pintu kamar saya disantap rayap. Bagian bawahnya bahkan keropos bekas diserbu koloni rayap.

Saya baru mafhum ternyata rayap punya hobi yg sama dengan saya: dengar musik rock. Tatkala berdentum alunan lagu rock, semangat para rayap seakan-akan terpantik. Makin tinggi beat musik rock yg disetel, makin trengginas pula mereka dalam menggayang kayu-kayu yg pasrah itu.

Kini saya berniat mengganti kayu pintu kamar dan dapur yg lapuk dimakan rayap. Sebenarnya agak berat hati juga sih. Sebab, orang Jawa percaya bahwa rumah yg berayap itu banyak rezekinya. Halah!

Saya belum tahu apakah rayap-rayap itu juga doyan musik Bang Haji. Kalau mereka juga suka musik dangdutnya Bang Haji dan ikutan mencontoh poligami, agaknya saya mesti cari alternatif lain. Irama padang pasir, misalnya. Yaaa habibi….

Graha Asri, 14 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 17, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: