Mengapa Guru Perlu Membaca Jurnal IGI?


Catatan Must Prast

redaktur Jurnal IGI

”Tak ada bangsa di dunia ini yang bisa maju tanpa menguasai budaya baca dan tulis…”

~ Satria Dharma, ketua umum Ikatan Guru Indonesia

*****

jurnal igiTahun ini penilaian kinerja guru (PKG) mulai dilakukan. Hal itu dilaksanakan sesuai dengan Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Penilaian kinerja ini diperlukan untuk kenaikan pangkat dan golongan berdasar Permen PAN-RB Nomor 16 Tahun 2009.

Salah satu penekanannya adalah para guru golongan III B ke atas dituntut untuk membuat karya tulis ilmiah atau karya inovatif sebagai persyaratan kenaikan pangkat. Hal ini disampaikan langsung oleh Kresno, Kasi Tendik Dikbud Jatim, di sela-sela peluncuran buku Memoar Guru: Hope and Dream pada 27 Januari silam.

Untuk itu, Ikatan Guru Indonesia (IGI) ikut mendorong peningkatan budaya literasi di kalangan guru. Selain aktif memberikan berbagai pelatihan menulis, IGI menyediakan forum khusus bagi para guru untuk berbagi pengalaman lewat tulisan di mailing list (milis) IGI (ikatanguruindonesia@yahoogroups.com), rubrik Sharing Yuk! Di web IGI (www.igi.or.id), serta grup diskusi di Facebook (grup IGI dan Klub Guru Menulis IGI).  

Hal tersebut tentu saja sesuai dengan moto IGI: sharing and growing together. Yang terbaru, IGI menerbitkan Jurnal Edukasi yang terbit perdana September 2013 (ISSN: 2337-9693). Jurnal ini merupakan pengembangan dari tabloid Edukasi yang telah terbit tiga kali.

Penerbitan jurnal IGI ini sekaligus menjembatani hasil pemikiran (konseptual) dan hasil riset para guru yang sejalan dengan upaya peningkatan praktik pendidikan dan pembelajaran yang baik pada semua jenis serta jenjang pendidikan di Indonesia. Dijadwalkan jurnal IGI akan terbit dua kali dalam satu tahun.

Mengapa jurnal IGI ini perlu dibaca oleh para tenaga pendidik? Sebab, sistem pengembangan profesi menuntut guru untuk tidak pernah berhenti belajar guna meningkatkan kualitas diri dan profesi. Selain harus melaksanakan tugas pokoknya: mendidik, mengajar, membimbing, dan menilai siswa-siswinya, guru dituntut tak berhenti mengembangkan profesi secara berkelanjutan.

Hal itu dapat diwujudkan ke dalam sebuah hasil pengamatan dan penelitian lewat karya ilmiah. Nah, jurnal IGI diharapkan menjadi salah satu sarana publikasi ilmiah para guru. Hasilnya luar biasa. Setelah tim redaksi yang dipimpin Drs Suhardi MPd (pengurus IGI Rembang/kepala SMAN 1 Sumber, Kabupaten Rembang) melakukan proses seleksi ketat, tersaring 12 karya ilmiah dari para guru di berbagai daerah.

Di antaranya, pemanfaatan blog sebagai tes online untuk meningkatkan kreativitas menulis siswa yang ditulis Wijaya Kusuma (SMP Labschool Jakarta) serta teknik bercerita berantai karya Hening Wulandari (SMPN 3 Bonang, Kabupaten Demak). Kreativitas dan inovasi yang dikemas dalam tulisan ilmiah para guru di jurnal IGI diharapkan mampu menginspirasi yang lain. Yang lebih penting adalah membangun budaya menulis di lingkungan pendidik lewat sarana jurnal ini.

Graha Asri, 9 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 9, 2013, in Edukasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: