Ke Tebuireng (1)


Catatan Must Prast

Sirikit Syah, pengamat media dan direktur Sirikit School of Writing, bersahabat karib dengan KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah. Kebetulan keduanya sama-sama kolumnis. Mereka sama-sama pula concern mengembangkan dunia pendidikan dan literasi di lingkungan masing-masing.

Sebagai pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang, Gus Sholah ingin menghidupkan kembali gairah literasi di sana. Salah satu ponpes terkenal di Indonesia ini pada awal 1980-an memiliki media yang bernama Tebuireng.

Majalah itu disebut-sebut memiliki gaya jurnalistik mirip Tempo. Kajian-kajiannya bernas,  mendalam, dan bisa dibilang lengkap. Mulai fikih, syariah, hingga filsafat. Para pengupasnya bukan hanya kiai, tapi juga santri-santri terbaik di Pesantren Tebuireng.

Pada awal 1990-an majalah Tebuireng seolah redup. Sempat vakum lama, sekitar 1995 Gus Sholah menghidupkan kembali media kebanggaan Ponpes Tebuireng ini. Namun, dalam perjalanannya, penerbitan majalah tersebut tidak menentu. Kadang setahun terbit dua kali atau bahkan sekali.

Sejak 2007 Gus Sholah memulai revitalisasi majalah Tebuireng. Tujuannya, mengembalikan kejayaan majalah itu dan membangun iklim literasi di lingkungan santri. Maka dibentuklah Tebuireng Media Group yang memiliki tiga lini penting, yakni buletin Tebuireng, majalah Tebuireng, dan portal tebuireng.org.

Yang terbaru, Tebuireng Media Group mengembangkan pula sayap di bidang penerbitan buku. Lini ini sudah dua tahun berjalan dan progresnya cukup bagus. Beberapa buku yang pernah diterbitkan adalah biografi KH Wachid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (kakak Gus Sholah).

Gus Sholah memandang perlunya kaderisasi dalam pengembangan media Tebuireng ini. Maka ia meminta Sirikit untuk memberikan pelatihan jurnalistik di Tebuireng. Karena Sirikit berhalangan lantaran sakit, ditugaskanlah saya yang sebenarnya juga masih recovery kondisi kaki kanan saya.

Namun, sudah lama saya sebenarnya ingin berkunjung ke salah satu ponpes terbaik di tanah air tersebut. Tentu saja kesempatan ini tidak saya lewatkan. Jumat pagi, 4 Oktober 2013, saya berangkat ke Jombang. Merasakan atmosfer literasi di sana.

Graha Asri, 6 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 5, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: