Menggugat Jeda Tayang 1 Jam oleh Kompasiana


Catatan Must Prast

Bisa dibilang saya merupakan penggemar berat Kompasiana. Maksudnya, saya selalu menyempatkan membaca artikel-artikel yang ditulis para Kompasianer, baik yang menjadi trending articles maupun yang tidak. Selain memenuhi kebutuhan informasi dari teman-teman sesama bloger Kompasiana, saya biasanya mempelajari gaya  penulisan yang saya anggap menarik.

Setidaknya ini bisa memperkaya khazanah pengetahuan saya seputar teknik menulis. Misalnya, ada tipikal penulis yang senang menyelipkan humor di artikelnya. Ada pula yang ajeg menulis seputar dunia dirgantara seperti mantan KSAU Marsekal (purn) Chappy Hakim. Juga tulisan khas para wartawan senior Kompas seperti Kang Pepih Nugraha ataupun Mas Wisnu Nugroho. Menyenangkan.

Bagi saya yang tengah getol belajar menulis, tentu saja Kompasiana menjadi tempat nongkrong yang asyik. Saya dapat menyimak perdebatan seru seputar pasca penerbitan buku keroyokan Kompasiana tentang Jokowi yang heboh itu sembari nyeruput kopi. Atau saya juga bisa mengikuti liputan keindahan alam Indonesia yang menjadi headline (HL).

Di Kompasiana, semua informasi yang saya butuhkan ada. Mulai teknologi, politik, pendidikan, hingga kesehatan. Lengkap. Sekarang guru besar saya tidak hanya Google, tapi juga Kompasiana. Jika butuh info tentang sesuatu misalnya, tinggal klik Kompasiana. Beres.

Namun, sejak Kompasiana merombak perwajahannya hingga semakin keren seperti sekarang, ada salah satu kebijakan baru yang saya kurang sepakat. Yakni, adanya jeda satu jam penayangan tulisan. Mengapa?

Ada beberapa alasan. Pertama, aturan itu secara tidak langsung mengurangi produktivitas menulis bloger fanatik Kompasiana. Kedua, aturan ini juga membatasi kreativitas Kompasianer dalam mengeksplorasi ide-idenya ke dalam tulisan. Sebab, bisa saja ketika gagasan terlintas di pikiran, namun karena tidak segera ditulis, hilanglah ia. Sayang kan?

Saya memahami bahwa admin Kompasiana pasti memiliki tujuan yang baik di balik aturan jeda ini. Saya pun setuju adanya jeda penayangan tulisan. Namun, satu jam itu terlalu lama. Apa tidak bisa dikurangi? Atau apakah tidak bisa kembali ke iklim Kompasiana dulu, ketika tak ada jeda tayang artikel. Bravo Kompasiana!

Graha Asri, 5 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 4, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Saya sempat jatuh cinta juga sama Kompasiana, beberapa kali isi tulisan juga. Tapi berhubung internet kantor blok itu web saya ga bisa lagi buka. Kadang saja pas di rumah kalau mau buka komputer atau via HP lemot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: