Andai Saja Kompasiana Punya Penerbitan Sendiri


Catatan Eko Prasetyo

Terima kasih Kompasiana! Sebab, sudah dua buku berhasil saya tulis karena rajin menulis di blog keroyokan ini. Yakni, Kekuatan Pena (PT Indeks, 2011) dan Tepat Memilih Kata (Indeks 2012). Keduanya mendapat sambutan baik di kalangan pembaca, khususnya peminat jurnalistik dan kebahasaan.

Secara khusus pula, saya ingin berterima kasih kepada Pak Wijaya Kusumah (Om Jay), senior saya di Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang kerap memotivasi menulis setiap hari. Sebagai penulis pemula, saya banyak belajar kepadanya, juga rekan-rekan Kompasianer lain yang tak mungkin saya sebut satu per satu.

Saya memang memiliki blog sendiri (https://mustprast.wordpress.com). Namun, rasanya ada yang kurang apabila belum ngeblog di Kompasiana. Jujur, bagi saya, Kompasiana menjadi tempat yang asyik buat belajar menulis, berbagi informasi, dan berguru kepada mereka yang profesional di bidang masing-masing.

Tentu saja saya tidak bisa seaktif yang lain karena akses internet yang terbatas. Ini pula yang membuat  saya tak selalu dapat membalas komentar rekan Kompasianer lain secara cepat. Sebenarnya, target saya tidak muluk-muluk di Kompasiana: hanya ingin mendisiplinkan diri menulis setiap hari. Itu saja. Kalaupun tulisan saya dibaca ratusan orang dan bisa nongkrong sebagai headline (HL), saya anggap itu bonus.

Hari-hari belakangan saya gembira. Sebab, mentor saya di bidang creative writing, Pak Much. Khoiri, mengajak berpartisipasi dalam buku keroyokan yang digagas olehnya dan Pak Thamrin Sonata. Buku ini mengangkat tema budaya Indonesia dan ditulis oleh lebih dari 30 Kompasianer. Semoga buku tersebut nanti dapat menginspirasi masyarakat Indonesia, juga Kompasianer tentunya.

Namun, jujur ada sebuah gagasan yang saya pendam sejak lama. Saya merupakan salah satu pengagum Bang Pepih Nugraha, sesepuh Kompasiana yang bukunya menjadi rujukan saya dalam menulis. Saya lihat beberapa buku yang ditulis Kompasianer diterbitkan oleh penerbit besar macam Penerbit Buku Kompas, PT Indeks, Bentang Pustaka, ataupun Grasindo (lini perusahaan Gramedia).

Saya berangan-angan seandainya saja Kompasiana memiliki penerbitan sendiri. Ini pasti dahsyat. Tujuannya, selain mencerdaskan bangsa, juga memberikan kesempatan bagi Kompasianer setia yang naskahnya sulit menembus penerbit besar. Apabila ini terealisasi, betapa besar manfaatnya. Baik bagi perkembangan Kompasiana sendiri maupun Kompasianer yang ingin sekali menerbitkan karyanya. Penerbit Kompasiana? Mengapa tidak? Mari kita dukung!

Graha Asri, 4 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 3, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. suatu saat nanti seperti bisa terealisasi pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: