Terapi Liver dengan Garam Krasak


Catatan Eko Prasetyo

Perut saya agak njemblung. Menurut Pak Bambang Prayitno, guru SMAN 7 Surabaya yang juga tabib IGI, itu salah satu pertanda pembengkakan liver. Saat mengecek kesehatan tahun lalu, saya memang divonis kena liver.

Pola hidup yang awut-awutan, makan tak teratur, dan kerja gila-gilaan bikin saya kurang memperhatikan kesehatan. Saya akhirnya mengurangi konsumsi kopi, minuman favorit. Diganti ASI, eh susu sapi.

Kerja malam membuat saya merasa tidak beres dengan kondisi tubuh. Kelelahan yang luar biasa plus kurangnya berolahraga mungkin meletupkan gejala tersebut. Apalagi, jam tidur saya tidak teratur, kadang hanya tidur dua jam dan ini sudah termasuk spesial.

Kini pola hidup seperti itu telah saya tinggalkan. Pagi hari saya berusaha menggerakkan anggota tubuh. Sekadar olahraga ringan. Makan mulai teratur. Lebih banyak makan sayur dan buah itu pasti.

Tapi perut tetap kelihatan njemblung. Pak Bambang menawari bantuan untuk terapi liver. Ia datang ke rumah saya bersama Pak Yasin, bendahara IGI. Modalnya hanya garam krasak, yakni garam kasar yang belum diolah. Harganya satu plastik sekitar Rp 2.500.

Mengapa harus garam krasak? Mengapa tidak garam dapur atau garam yodium? Pak Bambang beralasan, kandungan NaCl dalam garam krasak masih tinggi dibandingkan garam yang sudah diolah.

Ada penjelasannya secara ilmiah untuk metode pengobatan liver, tapi saya lupa. Toh saya pikir ini tidak masuk dalam ujian nasional, so buat apa menghafalnya. Iya nggak sih? Hahaha!

Pertama, sediakan garam krasak satu plastik sebanyak ½ kg atau 1 kg. Kedua, sangrai garam tersebut dalam wajan dengan panas yang cukup. Setelah garam berubah menjadi agak kecokelatan, masukkan garam krasak yang telah panas tersebut ke dalam kain atau serbet.

Ingat, jangan sampai garamnya mencelat keluar satu pun dari kain. Sebab, panasnya bisa bikin kulit melepuh. Kemudian, kain yang berisi garam krasak panas itu mulai dipijatkan secara pelan dengan pola berputar searah jarum jam. Lakukan selama kurang lebih 10-15 menit.

Garam krasak yang sudah disangrai boleh dipakai satu kali lagi. Terapi ini boleh dilakukan secara rutin setiap hari. Pengalaman setelah menjalani terapi ini sangat istimewa. Mual-mual hilang. Kondisi perut yang semula keras menjadi lebih empuk/lunak sesudah terapi. Namun, jangan melakukan terapi ini hanya untuk berharap perutnya terlihat six pack.

Graha Asri, 2 Oktober 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 2, 2013, in Kesehatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: