Soekarno Pernah Berkhianat?


Catatan Eko Prasetyo

(jika mendengar itu menguatkan, menulis dapat menyembuhkan)

Poster Bung Karno dalam pengerahan romusha. (Sumber: rosodaras.wordpress.com)

Poster Bung Karno dalam pengerahan romusha. (Sumber: rosodaras.wordpress.com)

Sebagai pengagum berat Soekarno, saya merasa sedih karena tokoh idola saya ini pernah dicap berkhianat kepada bangsanya sendiri. Itu terjadi pada 1944 ketika Jepang mengampanyekan program romusha (kerja paksa).

Bung Karno terlibat dalam propaganda Jepang terkait romusha. Hal itu ditengarai dalam foto Bung Karno yang sedang mengomando romusha dalam sebuah proyek yang diprakarsai pihak penjajah Jepang.

Tak urung hal inilah yang pernah membuat Tan Malaka amat marah kepada proklamator RI tersebut. Pihak Belanda pun tak ketinggalan mengecam sikap Bung Karno. Dalam buku Soekarno Arsitek Bangsa (Penerbit Kompas, 2012) yang ditulis Bob Hering (pengagum berat Bung Karno asal Belanda), tertulis bahwa Soekarno pernah ikut mengadakan kampanye pengerahan tenaga romusha (halaman 15).

Tak pelak, Belanda menudingnya sebagai pengkhianat bangsanya sendiri. Sesama bangsa Indonesia juga mencercanya. Ini menjadi salah satu kenangan pahit bagi Bung Karno.

Potret memprihatinkan tenaga romusha yang menjadi tenaga kerja paksa. (Sumber: rosodaras.wordpress.com)

Potret memprihatinkan tenaga romusha yang menjadi tenaga kerja paksa. (Sumber: rosodaras.wordpress.com)

Romusha merupakan sejarah kelam dan titik rendah bagi Indonesia. Dalam masa tersebut, puluhan ribu pemuda romusha dikerahkan untuk dengan dalih-dalih palsu. Nyatanya, mereka bekerja sebagai tenaga kerja paksa demi mesin perang Jepang yang saat itu terlibat dalam Perang Dunia II.

Tudingan khianat ini memang agak kasar dan tidak mengenakkan telinga. Benarkan Bung Karno berlaku demikian? Saya tidak berani menjawab. Namun, satu hal yang pasti adalah ia selalu membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia lewat perkumpulan Poetera pada masa pendudukan Jepang.

Untuk itu, ia selalu mengutip ramalan Jayabaya (Jangka Prabu Joyoboyo). Yakni, pendudukan oleh bangsa kulit kuning tidak lebih lama daripada waktu panen tanaman jagung. Jangka Joyoboyo ini membuktikan kebenarannya bahwa Jepang tercatat menjajah Indonesia hanya selama 3,5 tahun.

Terlepas dari kontroversi keterlibatan Bung Karno dalam propaganda romusha, kita tidak boleh melupakan andilnya dalam pidato agitasi untuk membakar semangat perjuangan para pemuda Indonesia. Suatu peran yang juga tidak kecil ia buktikan dengan mewakili bangsanya pada 17 Agustus 1945, beberapa hari setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika yang meletakkan Jepang saat itu ke posisi nadir. Menandai kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. Sekaligus menandai kemerdekaan Republik Indonesia.

Graha Asri, 27 September 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on September 26, 2013, in Sejarah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: