Tak Ada Tempe Besok


: Jeng Ratih-ku sayang

 

 

karena daging tak terbeli
maka menyantap menu rawon sebulan sekali
adalah sesuatu yang amat aku syukuri
sebab di luar sana orang-orang melarat
baru bisa menggenggamnya saat Idul Kurban

 

kini tempe dan tahu akan sulit terbeli
maka menyantap lauk itu sebulan sekali
adalah sesuatu yang harus kita syukuri
sebab di luar sana orang-orang miskin
hanya menikmati nasi dari beras kualitas rendah

 

jika tak ada tempe besok, tak mengapa
menikmati nasi, telur ceplok, dan kecap
itu sudah istimewa
kita simpan saja uang untuk membeli tempe
untuk disedekahkan kepada mereka
yang baginya kini tempe menjadi menu mewah

 

Surabaya, 27 Agustus 2013

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on September 3, 2013, in Puisi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: