Catatan Literasi (4): Relawan Literasi


Catatan Must Prast

Mbak Irra Dewi, seorang dosen dan penulis buku, Senin malam lalu (19/8) mengirim surel. Ia menegur saya lantaran tak mengabari adanya seminar literasi di kampus B Unair Minggu lalu (18/8). Kakak kelas saya yang juga anggota Ikatan Guru Indonesia tersebut getun (menyesal) karena telat dapat info.

Terakhir, beliau meminta saya untuk bersedia menjadi volunteer program Kelas Inspirasi. Tanpa ba-bi-bu, saya mengiyakan. Lha wong saya pernah menyimak sepak terjang Kelas Inspirasi di SDN Wonorejo, Surabaya, yang pernah ditayangkan di Kompas TV. Dan memang mengesankan.

Para profesional seperti penyiar radio, fotografer, pengusaha, arsitek, dan dokter gigi menjadi guru dadakan dalam program tersebut. Mereka bercerita banyak tentang profesi dan pengalaman di bidang masing-masing. Para siswa SD itu pun seolah tersihir. Apalagi, gaya penyampaian para “guru baru” tersebut sangat menyenangkan. Tak sedikit anak yang kemudian terinspirasi dan bercita-cita seperti relawan yang mengajar tadi.

Laporan tentang kiprah teman-teman profesional itu juga saya baca di beberapa koran. Empat kata dari saya untuk Kelas Inspirasi: asem, pancen inspiratif pol.

Ndilalah, saya kok teringat dengan komunitas Rumah Dunia milik Mas Gol a Gong di Tangerang, Banten. Ia punya kegiatan sosial yang memberikan pelatihan menulis bagi anak-anak kurang mampu.

Lha saya ini kan punya banyak bos yang jadi pejabat di Pertamina Foundation, IGI, Unesa, Eureka Academia, Pustaka Nurul Haqqy, Istikomah Partij, Sirikit School of Writing, dan lain-lain. Kebetulan mereka juga getol membantu perkembangan literasi dan aktif bersuara di dunia pendidikan. Nah, saya mau bikin Klub Literasi IGI, mosok mereka ndak mau bantu?

Bentuk support-nya apa? Yah, minimal mewakafkan buku untuk kegiatan sosial literasi. Atau bahkan para pejabat tersebut yang menjadi relawan literasi. Mereka bisa menceritakan pengalamannya tentang awal mula kecintaannya membaca sampai menulis buku macam Tuhan Sedang Sibuk, A Note from Tehran, Twenty Years of Joy.and Happiness, Jejak-Jejak Penuh Kesan, atau Asmara di Hutan Unesa.

Surabaya, 20 Agustus 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Agustus 21, 2013, in Literasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: