Laporan Seminar Literasi HUT I SSW (3)


Dukut dan Khoiri

 

Catatan Must Prast

Dua narasumber yang diundang dalam seminar Membangun Budaya Literasi saat HUT I SSW (18/8) adalah Dukut Imam Widodo dan Much. Khoiri. Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, keduanya sama-sama memiliki passion tinggi di bidang literasi.

Dukut lahir di Malang pada 8 Juni 1954. Sehari-hari ia bekerja sebagai vice president PT Smelting, sebuah perusahaan kerja sama Jepang-Indonesia yang berkedudukan di Gresik, Jawa Timur.

Sebenarnya, ia sempat mengajukan diri untuk pensiun dini dari kantornya. Saat itu jabatannya adalah general manager. Alasannya satu: ingin fokus menulis buku. Namun, perusahaan peleburan tembaga tersebut tentu saja tak ingin kehilangan “emas”. Alhasil, Dukut ditarik kembali dengan menawari jabatan yang lebih tinggi.

Di sela-sela kesibukannya sebagai pegawai, Dukut kukuh mendisiplinkan diri menulis. Minatnya mencatat hal-hal yang berbau jadul tentang sejarah tempo dulu kota-kota di Jawa Timur sangat tinggi. Kendati telah menulis banyak cerpen dan novel, Dukut justru lebih dikenal sebagai penulis buku sejarah kota-kota di Jatim. Beberapa di antaranya adalah Malang Tempo Doeloe, Hikayat Soerabaia Tempo Doeloe, Gresik Tempo Doeloe, Djember Tempo Doeloe, Ngawi Tempo Doeloe, Sidoardjo Tempo Doeloe, dan Monggo Dipun Badhog.

Kakek tiga cucu yang tinggal di Surabaya tersebut memiliki keunikan tersendiri dalam menerbitkan buku-bukunya. Khususnya yang mengetengahkan sejarah tempo doeloe. “Semuanya saya cetak secara luks. Mulai kover, foto, hingga kertasnya,” ucapnya. Buku-buku tersebut juga lumayan tebal, ada yang mencapai 800 halaman lebih. Tak heran jika harga buku-buku itu cukup mahal. Mulai Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribuan.

Eksklusivitas tersebut juga terlihat dari pendistribusian buku-buku itu. “Buku saya tidak ada di toko buku. Tapi, kalau Anda mencarinya di hotel bintang lima, perpustakaan perguruan tinggi tertentu, atau restoran asing, Anda akan menemukannya,” jelas Dukut.

Narasumber lainnya, Much. Khoiri, memulai karirnya sebagai penulis sejak duduk di bangku kuliah di IKIP Surabaya. Pada 1991 pria kelahiran Madiun, 24 Maret 1965, itu mengajar mata kuliah bahasa Inggris di almamaternya yang kini bernama Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Meskipun telah menjadi akademisi yang kerap berkutat dengan jurnal dan artikel ilmiah, Khoiri tak beranjak dari hobinya menulis cerpen. Tak heran, ia memang menggandrungi sastra. Sejak 1987, cerpen-cerpennya mulai menghiasi surat kabar Surabaya Post.

“Honornya waktu itu Rp 60 ribu,” ucapnya berterus terang. Pengagum sastrawan Budi Darma ini sejak bujang sangat ingin punya mesin tik untuk memudahkan hobinya menulis artikel opini, cerpen, dan esai budaya. Karena itu, honornya menulis di Surabaya Post pada 1987 dibelikan sebuah mesin tik bekas di tukang loak di Ketintang, dekat kampus IKIP Surabaya. “Harganya waktu itu Rp 62.500. Bekas, tapi tak masalah. Mesin tik tersebut menjadi sahabat baru saya yang setia menemani saya begadang untuk nulis,” papar pria yang tinggal di Driyorejo, Gresik, itu.

Bintang Khoiri bersinar terang berkat kebiasaannya menulis. Ia menjadi duta Indonesia untuk belajar di International Writing Program, University of Iowa, Amerika Serikat, pada 1990. Universitas ini memang getol memberikan beasiswa menulis kepada penulis berbakat. Penulis Indonesia lain yg pernah dikirim ke sana adalah Putu Wijaya dan Andrea Hirata.

Saat ini Khoiri mengamalkan ilmunya dalam mata kuliah creative writing. Di luar kesibukannya mengajar, menulis jurnal, meneliti, dan menguji skripsi, cah Madiun tersebut kerap didapuk sebagai editor buku. Yang terbaru, ia ikut menulis dalam buku Ndoro, Saya Ingin Bicara (2011), Gugat (2011), dan Adam Panjalu (2013). Semuanya bergenre sastra, sesuai dengan dunia yang ia cintai. Baginya, menulis memberikan kekuatan tersendiri. “Di meja kerja saya di rumah, saya tulis kalimat penyemangat WRITE OR DIE…” pungkasnya.

Surabaya, 18 Agustus 2013

 

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Agustus 20, 2013, in Literasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: