Ketika SBY Sindir PSSI


Catatan Must Prast

Setelah enam tahun penantian atau sejak 2007, akhirnya Indonesia bisa meraih gelar juara dunia bulu tangkis. Itu terjadi setelah M. Ahsan/Hendra Setiawan dan Tontowi Ahmad/Lyliana Natsir menjadi jawara di BWF World Championship 2013 di Guangzhou, Cina, Ahad lalu (11/8).

Ahsan/Hendra naik podium di nomor ganda putra, sedangkan Tontowi/Lyliana di ganda campuran. Pasangan terakhir memang andalan Merah Putih karena menduduki ranking ketiga dunia. Mereka juga juara All England 2012.

Tontowi/Lyliana berhasil mengandaskan jagoan tuan rumah yg juga pasangan ganda campuran nomor satu dunia. Perjuangan Ahsan/Hendra tak kalah heroik. Meski belum satu tahun dipasangkan, prestasi keduanya mentereng. Sebelum jadi juara dunia, mereka menggondol gelar jawara di Malaysia Open dan Djarum Indonesia Open.

Berkumandangnya Indonesia Raya tak ayal membuat bangga masyarakat Indonesia. Apalagi, sejak era Susi Susanti, Alan Budikusumah, Ardi B. Wiranata, dan Mia Audina, skuad bulu tangkis kita seret prestasi. Ditambah lagi habisnya masa keemasan Taufik Hidayat, kita kian tenggelam.

Kita sering jadi bulan-bulanan para pebulu tangkis tangguh dari Cina, Denmark, dan Korsel. Bahkan, petepok bulu dari India, Jepang, Taiwan, dan Thailand mulai mengancam.

Secercah sinar terang datang ketika PB PBSI dipimpin pengurus baru. Di bawah Gita Wirjawan, beberapa program mulai digenjot secara serius. Kompetisi usia muda diperbanyak. Atlet-atlet terbaik kita juga dikirim ke banyak ajang untuk kian mengasah jam terbang mereka. Target juara di berbagai turnamen pun dicanangkan.

Prestasi di Guangzhou ini benar-benar membanggakan rakyat Indonesia. Tak terkecuali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lewat akun Twitter-nya, SBY menyatakan gembira luar biasa atas torehan dua pasangan tersebut. Apalagi ketika bendera merah putih naik dua kali di atas podium.

Di Istana Cipanas, SBY mengucapkan selamat kepada atlet dan pengurus PB PBSI. Yang mengejutkan, SBY turut menyindir PSSI meski tak secara langsung. Ia mengatakan, prestasi di olahraga bisa diraih apabila pengurusnya serius bekerja dan tidak eker-ekeran.

Jelas yg ia maksud adalah PSSI. Sebab, jamak diketahui bahwa PSSI sempat dilanda polemik dualisme pengurus yg berimbas pada kompetisi liga.

Kini PSSI telah “mengakhiri” konflik internal tersebut. Program kompetisi pun akan coba diperbaiki kembali. Namun, PR masih banyak. Menarik ditunggu kiprah PSSI setelah disentil presiden tersebut. Apakah mereka bisa berbenah atau justru disalip PBSI.

Surabaya, 13 Agustus 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Agustus 16, 2013, in Olahraga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: