Firdaus Oil


Catatan Must Prast

Di usia yang menapak senja ini, 32 tahun Desember nanti, ada satu keinginan saya yg belum kunjung terealisasi. Yakni, punya kumis. Tentu saja bukan kumis kucing, apalagi kumis lele, melainkan kumis tipis ala almarhum Bing Slamet dan Brigjen Soetojo Siswomihardjo.

Mengapa? Sebab, kumis merupakan salah satu perlambang kewibawaan. Saat masih gadis, ibuk klepek-klepek sama ebes lantaran kumisnya.

Tukang bajigur yg sering lewat di kompleks kami di Bekasi dulu juga ngefans sama Iis Dahlia karena kumis tipisnya. Kalau pedangdut asal Indramayu ini sedang tersenyum, amboiiii…..pipinya mekrok brur. Menebarkan pancaran sinar kecantikan lewat bulu-bulu tipis itu. Bahkan, ikan cupang pun bisa semaput kalau melihat esem tersebut.

Saya juga kagum dengan kumis Komodor Dewanto, perwira tinggi AURI pada 1960-an. Kata Bung Karno, Dewanto amat berwibawa dengan kumisnya yg mirip wedana itu. Apalagi, tubuhnya tinggi besar.

Kekaguman yg sama saya rasakan saat melihat Direktur Seamolec Ir Gatot Hari Priowirjanto. Beliau tampak gagah dan ganteng dengan kumisnya yg terawat tersebut. Pantas saja ada ibu-ibu anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) yg kesengsem dengan kumis Pak Gatot. Terlihat dobel M (mature and macho).

Istri saya juga sebenarnya pengagum Robert Downey Jr yg berkumis tegas. Karena itu, keinginan untuk punya kumis tak bisa saya tunda-tunda lagi. Sekalian jenggotnya. Apalagi, memelihara jenggot itu sunah Nabi.

Alhasil, saya mencoba dengan racikan kemiri. Caranya, kemiri dibakar di atas kompor, lalu minyaknya dioleskan pada bagian tubuh yg diinginkan. Bukannya lebat, kumis saya kian malu untuk tumbuh. Malah bulu di bawah lengan kanan dan kiri yg kian subur saja. Demikian pula saat mengoleskan sumsum kambing, lamaaa banget tumbuh kumisnya.

Tak putus asa, saya coba beli Firdaus Oil yg iklannya saya baca di koran lokal. Hasilnya sedikit menggembirakan. Rambut-rambut tipis itu mulai tumbuh di sana-sini. Namun, progresnya lambat. Mungkin saya kurang sabar menanti.

Anehnya, ketika saya cukur, rambut-rambut kumis itu tumbuh sendiri denfan cepat. Semakin sering dicukur, kian cepat pertumbuhannya. Setelah saya konsultasi ke beberapa teman, memang begitu. Akan lebih hot lagi jika pengolesan Firdaus Oil dipersering.

Kini kumis tipis itu mulai membingkai di atas bibir saya. Anda pun bisa merasakan manfaat Firdaus Oil. Jangan salah pilih. Firdaus Oil ya, bukan Kernel Oil, apalagi Mesut Oil (Real Madrid).

Surabaya, 16 Agustus 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Agustus 16, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. jiah, jadi inget Sponegbob Squarepants the movie.
    Di salah satu adegan, ketika Sponge dan Patrick diminta untuk ke Shell City oleh Mindy (putri raja Neptune) mereka tak berani karena masih anak-anak.
    Jadi dinamic duo kita diminta tutup mata, dan Mindy pun memasang rumput laut di atas mulur Bob dan Pat.
    “Dengan sihir ini, maka kalian sudah dewasa”

    Keinginan simple yang dikabulkan secara akal-akalan.
    Hehe…, saya sejak SMK selalu cukur kumis, makanya sekarang tebal. Makin sering dipotong makin cepat tumbuh.
    Setidaknya seminggu sekali saya rapikan.

    Saya justru pengen pelihara jenggot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: