Di Roma, Sepeda Kian Favorit


 

Catatan Must Prast

(sangat menyukai lagu Moonlight Serenade)

Roma tidak hanya terkenal sebagai kota mode. Ibu kota Italia tersebut juga menjadi salah satu kiblat sepak bola di Negeri Pizza. Di sini ada dua klub besar, yakni AS Roma dan Lazio.  

Sebagai penggemar Liga Italia, saya cukup rajin mengikuti perkembangan kompetisi sepak bola di sana. Termasuk saat salah satu liga elite Eropa itu diempas kasus Calciopoli dan Calcioscormese, pengaturan skor dalam pertandingan. Dampaknya cukup serius, Liga Italia harus merelakan pamornya dilewati oleh Liga Spanyol (La Liga) dan Liga Inggris (Premier League). Apalagi, banyak pemain top dunia yang lebih tertarik merumput di Spanyol dan Inggris.

Kini dengan bangkitnya klub-klub raksasa Italia macam Juventus, AC Milan, dan Napoli, Liga Italia diharapkan mampu mengembalikan kejayaannya seperti era 1990-an. Pada masa itu, kompetisi Negeri Pizza menjadi yang terbaik sejagat. Trio Belanda seperti Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard menjadikan AC Milan dijuluki The Dream Team di dunia.

Klub ibu kota seperti Roma dan Lazio juga tak tertinggal diperkuat pemain top. Misalnya, Abel Balbo, Cafu, Gabriel Batistuta (Roma) serta Giuseppe Signori, Alen Boksic, dan Pierluigi Casiraghi (Lazio).

Roma juga memiliki derby (duel tim sekota) paling panas di Eropa. Bentrok AS Roma dan Lazio di lapangan hijau selalu menciptakan atmosfer yang luar biasa. Pertandingan ini bahkan bisa dibilang mirip atau menyaingi laga final sebuah ajang.

Kini kekaguman saya pada Kota Roma kembali bertambah setelah menonton berita di sebuah stasiun TV. Ini terkait dengan meningkatnya para pengguna sepeda sebagai alat transportasi alternatif di sana.

 Disebutkan bahwa angka penjualan sepeda di Roma mencapai 1.650.000 unit pada 2012. Jumlah ini jauh melampaui penjualan mobil di Kota Fashion tersebut, yakni 1,6 juta pada tahun yang sama.

Yang menarik, selain masyarakat umum, kaum akademisi seperti dosen dan mahasiswa tak ketinggalan untuk bersepeda. Mereka beralasan, selain menyehatkan, aktivitas bersepeda ke kantor, sekolah, atau kampus jauh lebih irit. Harganya pun relatif terjangkau. Tak heran, moda transportasi ini semakin diminati di Roma. Hal ini tentu saja memberikan angin segar bagi bisnis sepeda.

Kondisi tersebut tentu saja memberikan inspirasi bagi kita. Di tengah meningkatnya kemacetan di kota-kota besar di Indonesia, selain solusi alat transportasi massal yang nyaman dan aman, sepeda bisa menjadi salah satu alternatif. Tidak ada salahnya jika ada kebijakan khusus di berbagai instansi, lembaga, ataupun sekolah untuk mewajibkan bersepeda pada hari-hari tertentu.

Sisi positifnya tentu saja sangat banyak. Salah satunya, mencegah polusi dari asap kendaraan bermotor yang kini semakin menghantui.

Kota Delta, 24 Juli 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Agustus 5, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: