Kompak Terbitkan”Bagaimana Awalnya Kami Menulis?”


 

Laporan Must Prast

redaktur Widyawara

SURABAYA – Kepedulian alumni Unesa terhadap literasi tidak hanya diwujudkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang terkait dengan aktivitas membaca dan menulis. Setelah menghelat kampanye literasi yang dipusatkan di kampus Program PPG Unesa pada 29 Juni lalu, para alumnus perguruan tinggi yang dulu bernama IKIP Surabaya itu berencana menerbitkan buku inspiratif seputar menulis.

Gagasan tersebut dicetuskan oleh Rukin Firda, alumnus yang berprofesi sebagai wartawan di salah satu harian nasional. Ia beralasan, semangat literasi bisa ditularkan tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tapi juga menerbitkan buku. Alumnus jurusan bahasa Inggris itu semakin terdorong setelah melihat meningkatnya jumlah posting tentang literasi di mailing list (milis) Keluarga Unesa.

Di forum komunikasi alumni tersebut, beberapa anggota menceritakan pengalaman mereka tentang awal ketertarikan menekuni dunia tulis-menulis. Di antaranya, Pratiwi Retnaningdyah (kandidat doktor di Melbourne University, Australia), Sirikit Syah (kandidat doktor Unesa, sastrawan, dosen, dan penulis buku), serta Luthfiyah Nurlaela (direktur Program PPG Unesa).

Ditambah rutinnya kajian dan tausiyah literasi dari Much. Khoiri (dosen creative writing lulusan Iowa University, AS), milis Keluarga Unesa kian mengukuhkan penilaian tentang kepedulian terhadap budaya literasi. ”Sayang apabila semangat ini tidak ditularkan kepada masyarakat lebih luas,” ujar Rukin yang juga koordinator penulisan buku tersebut.

Gayung pun bersambut. Ide ini disambut antusias oleh alumnus lainnya seperti Ketua Umum IGI Satria Dharma, pengamat politik Habe Arifin, Prof Dr Lies Aminlestari. Menurut Rukin, buku itu akan diberi judul Bagaimana Awalnya Kami Menulis. ”Para penulisnya adalah alumni yang berasal dari berbagai latar belakang profesi,” tegas alumnus kelahiran Jombang tersebut.

Diharapkan, lanjut dia, semangat dan pengalaman yang tertuang dalam tiap cerita di buku ini mampu memberikan inspirasi kepada pembaca. Rukin menambahkan, sasaran pembacanya tidak hanya kalangan pendidik dan akademisi, tapi juga masyarakat umum. Tujuannya, gaung literasi yang dicetuskan itu tidak hanya terasa di Surabaya dan Jawa Timur, tapi juga seluruh Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan spirit yang diusung, yakni saling berbagi dan saling menginspirasi.

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 22, 2013, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: