Cogito Ergo Sum, Sebuah Alasan Menulis bagi Guru dan Dosen


 

Catatan Must Prast

kepala pelatihan Eureka Academia

Mengapa guru dan dosen harus menulis? Sebab, mereka termasuk kalangan profesional. Sebagai seorang profesional, mereka dituntut untuk mampu memberikan pengabdian secara utuh. Maksudnya, segenap kemampuan dalam mentransfer berbagai informasi yang berwujud pengetahuan.

Menurut Zainal Aqib (2013 : 25), proses menginduksi berbagai ilmu pengetahuan untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan adalah kegiatan bermanfaat yang sangat diharapkan. Hanya melalui pengalaman itu, akan dihasilkan temuan-temuan yang dekat dengan dunianya.

Yang perlu digarisbawahi, pada hakikatnya menulis –baik artikel ilmiah populer, jurnal, catatan harian, maupun buku- adalah kekayaan mental intelektual dan akal budi manusia. Karena itu, adanya kewajiban membuat karya tulis bagi guru dan dosen merupakan hal yang amat wajar, perlu, penting, dan urgen.

Sebagaimana dikutip dari buku Pedoman dan Aplikasi Karya Tulis Ilmiah (Yrama Widya, 2013), setidaknya ada lima manfaat di antara sederet faedah lain dari kegiatan menulis bagi guru dan dosen. Terutama menulis buku. Pertama, Anda mendapatkan kepuasan jiwa karena sudah menuangkan gagasan kreatif. Kepuasan menulis identik dengan seorang penulis yang telah merampungkan karya besarnya.

Kedua, Anda memperoleh nama baik dan dikenal luas oleh publik. Dengan munculnya nama Anda berulang-ulang, baik di media massa maupun dunia perbukuan, Anda akan diingat seumur hidup.

Ketiga, menulis (artikel ilmiah populer dan buku) akan mendukung dan memperkuat citra profesi Anda. Keempat, tajamnya tulisan Anda dapat menggetarkan dinding-dinding kekuasaan yang angkuh dan merobohkan tembok keangkuhan. Terakhir, jika kita kembali ke pangkuan Ilahi, tulisan kita akan tetap hidup. Api semangat yang kita kobarkan tetap tertanam di lubuk hati pembaca.

Mungkin kita perlu merenungi kembali buah pikir terkenal dari Rene Descartes. Kalimat itu berbunyi: Cogito ergo sum (aku berpikir, maka aku ada). Apabila ditelisik kembali, sesungguhnya ada pesan besar yang bisa dijadikan alasan pentingnya menulis, terutama bagi guru dan dosen. Yakni, dengan menulis buku, seorang guru atau dosen menjadi ada dan menyejarah.

Kota Delta, 18 Juli 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 18, 2013, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: