Cara Berlangganan Kompas dengan Dibayari Kompas


Catatan Must Prast

bajigur + cireng = setrikaan gosong

Siapa sih yang tidak tahu surat kabar Kompas? Reputasi dan mutu beritanya terjaga. Apabila membaca Kompas, saya mengibaratkannya sebagai sosok perempuan yang lengkap. Ia bekerja, tapi tak alpa tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu (jadi ingat Sorela, profesor muda yang inspiratif dari Unesa).

Ia tidak hanya cantik, tapi juga anggun dan santun. Punya selera berbusana yang baik. Lengkap. Itulah Kompas di mata saya. Ups, maaf kok malah ngelindur begini.

Bagi saya, belum lengkap rasanya melewati hari sebelum baca koran nasional dari Jakarta ini. Karena tidak berlangganan lagi, saya mencari alternatif agar tetap bisa menikmati sajian berita-berita yang disuguhkan Kompas. Mau cari di warung kopi (warkop, ini jelas pekerjaan yang sia-sia. Mana ada warkop di Surabaya yang menyediakan servis gratis berupa bacaan Kompas.

Mau nebeng baca di tukang koran atau loper keliling, ada tarif baca sebesar Rp 3.500. Dan itu artinya membeli, Saudara-Saudara! Mau membacanya di ruang direktur Pertamina, jelas ini tindakan yang kurang bijaksana karena saya tidak bekerja di sana. Gendeng mangan semir namanya.

Karena itu, tak ada jalan lain yang lebih menarik kecuali berlangganan. Namun, ada cara yang lebih menarik. Yakni, berlangganan Kompas dengan dibayari oleh Kompas sendiri. Gratis.

Bagaimana kiatnya? Ya menulis artikel opini di Kompas. Agar bisa dimuat di sana, tentunya kita mesti paham tulisan seperti apa yang diinginkan redaksi Kompas. Misalnya, tema aktual, tulisan tidak berbau SARA, tulisan enak dibaca tapi tetap berpedoman pada EYD, alurnya tidak melompat-lompat, dan lain-lain.

Kalau bisa dimuat, honornya lumayan bisa buat berlangganan Kompas selama beberapa bulan. Lumayan kan? Bagaimana jika tulisan berkali-kali ditolak Kompas? Ya terus menulis sampai bisa dimuat. Anggap saja itu sebagai sebuah investasi. Tertarik?

Kota Delta, 19 Juli 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 18, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: