Musim Panen Ghost Writer


Catatan Must Prast

kolak pisang + teh nasgithel = malam pertama

 

 

Tahun ini adalah musim panen bagi para penulis bayangan (ghost writer). Betapa tidak tahun ini banyak pilkada. Apalagi, tahun depan (2014) Indonesia bakal melangsungkan pesta demokrasi. Diakui atau tidak, jasa ghost writer kini banyak dicari. Termasuk oleh para calon anggota legislatif, calon kepala daerah, hingga calon presiden (mungkin saja). Kami tentu saja ingin membantu mereka yang ingin membangun personal branding dan narsis, tapi nggak bisa menulis atau tak punya waktu untuk menulis.

Karena itu, saya mulai merapatkan kembali barisan tim ghost writer kami. Saya ikut melatih para calon ghost writer sebelum mereka terjun ke lapangan. Memberikan bekal wawasan seputar dunia ini dan aturan mainnya. Termasuk prosedur standar operasinya.

Untuk menjadi penulis bayangan, modal kemampuan menulis saja belum cukup. Mereka juga mesti punya pengetahuan luas, keberanian, mental baja, fisik prima, dan luwes dalam berkomunikasi dengan siapa saja. Yang ikut pelatihan ini rata-rata anak muda atau mahasiswa. Namun, ada pula kalangan dari profesi lain seperti pengusaha, salesman, hingga ibu rumah tangga.

Dalam materi yang saya berikan tersebut, ada kiat mengumpulkan data dari narasumber, cara menghadapi klien dengan berbagai karakter, beberapa teknik menulis, hingga perjanjian hitam di atas putih dengan klien. Calon pengguna jasa penulis bayangan bisa datang dari perseorangan, perusahaan, institusi pemerintah, hingga lembaga pendidikan.

Biasanya, job itu bisa berupa menuliskan naskah pidato, profil perusahaan atau institusi tertentu, dan buku biografi. Para penulis bayangan ini pun mesti membaca buku tiga kali lipat dibandingkan biasanya. Mereka juga harus belajar. Terutama mempelajari calon klien yang akan ditulis. Mencari tahu segala informasi tentang yang bersangkutan dari sumber buku, surat kabar, majalah, dan internet.

Mengingat profesi ini membutuhkan modal lumayan banyak untuk biaya pulsa, transportasi, hingga keperluan lain seperti membeli buku, biasanya ada deal tentang pemberian uang muka setelah perjanjian kerja sama.

Berapa lama kerja penulis bayangan? Ini bergantung pada kesepakatan dengan pemakai jasanya. Untuk menulis sebuah buku biografi atau memoar, umumnya deadline bisa sampai tiga hingga empat bulan. Namun, ada pula yang targetnya enam bulan.

Soal honor, besarannya bisa bermacam-macam. Mulai belasan jeti hingga ratusan jeti. Nah, yang ingin segera menambah momongan, eh maaf maksud saya: yang ingin segera menambah rumah, kendaraan, atau furnitur kayu jati silakan mencoba profesi penulis bayangan.

Apalagi, tahun ini menjelang pemilu. Musim ketika banyak calon pejabat ingin kampanye lewat buku biografi dirinya. Saya sendiri tidak akan menolak barter menulis buku biografi tokoh dengan sawah setengah hektare. Mau?

 

 

Kota Delta, 15 Juli 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 15, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Kalau ada yg butuh ghost writter saya siap.
    saya paling suka di balik layar dan ingin tetap low profile.
    Nuhun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: