Profiles in Courage, Buku Terbaik Kennedy


Catatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Pada Februari 1955, John F. Kennedy baru saja menjalani operasi besar kedua pada punggungnya. Ia berhasil pulih dan menjadikan dirinya sebagai penderita addison pertama yang berhasil bertahan hidup setelah menjalani operasi besar.

Dalam masa penyembuhan, Kennedy merasa bosan luar biasa. Ia mengeluhkan hal itu kepada Jacqueline Lee Bouvier, istrinya. Pasalnya, saat recovery tersebut, Kennedy tidak melakukan kegiatan apa pun. Hanya beristirahat di atas tempat tidur.

Jackie (sapaan Jacqueline Lee Bouvier) pun menyarankan Kennedy untuk menulis buku saja. Harapannya, aktivitas itu bisa mengusir rasa bosan. Kennedy sepakat. Ia akhirnya menuliskan beberapa senator Amerika yang dikaguminya karena berani mengorbankan karir mereka untuk memperjuangkan apa yang benar dan apa yang mereka yakini.

Para senator itu adalah John Quincy Adams, Daniel Webster, Thomas Hart Benton, Sam Houston, Edmund G. Ross, Lucius Lamar, George Norris, dan Robert A. Taft. Buku ini diberi judul Profile in Courage dan terbit pada 1956.

Tanpa disangka-sangka oleh John F. Kennedy, pada 1957 buku tersebut menyabet penghargaan bergengsi Pulitzer Prize untuk kategori buku biografi. Penghargaan ini meningkatkan reputasi Kennedy sebagai seorang intelektual.

Pulitzer Prize adalah penghargaan tahunan dalam bidang jurnalistik, kesusastraan, dan musik yang diprakarsai Joseph Pulitzer dan diselenggarakan oleh Columbia University, AS. Ajang ini kali pertama dihelat pada 1917.

Buku Profile in Courage benar-benar melambungkan nama John F. Kennedy. Figurnya semakin disukai oleh rakyat Amerika. Sedemikian populernya, pada 1958 Kennedy terpilih kembali sebagai senator AS. Ia mengalahkan Vincent J. Celeste, wakil Partai Republik, dengan perbedaan suara yang besar. Kennedy menang telak.

Setahun sebelumnya, Kennedy memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi presiden AS pada pemilu 1960. Ia memulai kampanyenya selama tiga tahun. Sebenarnya, keputusan ini tidaklah mudah.

Ia meyakinkan Partai Demokrat untuk memilihnya sebagai calon presiden. Ia butuh dukungan mutlak karena sadar memiliki banyak kelemahan. Sebab, selain masih muda, John F. Kennedy tidak pernah menjadi gubernur atau wakil presiden. Apalagi, ia penganut Katolik. Amerika Serikat memiliki mayoritas penduduk yang memeluk agama Kristen dan sebelumnya tak pernah memilih presiden yang seorang penganut Katolik.

Sekali lagi, pengalaman menulis buku fenomenal Profile in Courage benar-benar memberikan pengalaman berharga bagi Kennedy. Ia mampu meniru sikap para seniornya yang termaktub dalam buku itu. Yakni, berjuang untuk memperjuangkan apa yang benar dan apa yang diyakini meski karir menjadi taruhannya. Ia berhasil membuktikannya dengan terpilih sebagai presiden AS, mengalahkan Richard Nixon, dalam salah satu pemilu paling ketat pada abad ke-20.

Walaupun masa pemerintahannya cukup singkat (1960-1963), John F. Kennedy dikenal sebagai ikon dan harapan rakyat Amerika. Ia menjadi salah satu presiden terbaik Amerika. Sejajar dengan George Washington, Abraham Lincoln, dan Franklin Delano Roosevelt.

Pidatonya saat pelantikan sebagai presiden ke-35 Amerika akan terus dikenang bangsa Amerika. Ucapannya yang paling masyhur adalah ”Jangan tanyakan apa yang bisa negara lakukan untukmu. Tapi, tanyakanlah apa yang bisa kamu lakukan untuk negaramu.”

Kota Delta, 14 Juli 2013

https://mustprast.wordpress.com

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 14, 2013, in Sejarah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: