Bikin “Gramedia” Sendiri


Catatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Jika buku diterbitkan oleh Gramedia, itu sudah biasa. Yang luar biasa itu adalah punya ”Gramedia” sendiri. Kalimat tersebut meluncur dari mulut Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) cabang Samarinda Joko Wahyono dalam sebuah diskusi di grup Klub Guru Menulis IGI. Dia benar!

Saya beberapa kali menerima surat elektronik (surel) yang berisi keluhan dari rekan-rekan guru. Dengan nada sedikit gusar, rata-rata mereka bertanya apakah penerbit besar itu pilih kasih. Saya menanyakan alasan penilaian itu. Kebanyakan mengeluhkan sulitnya menembus penerbit. Ada yang naskahnya digantung selama berbulan-bulan tanpa ada konfirmasi. Ada yang naskahnya ditolak setelah menunggu jawaban hingga tiga bulan. Ada pula yang naskahnya diterima, tapi tak kunjung diterbitkan dan menunggu sampai satu tahun lebih!

Sebenarnya, liku-liku bersinggungan dengan penerbit seperti itu adalah hal yang lumrah. Banyak penyebabnya. Di antaranya, naskahnya jelek sehingga ditolak mentah-mentah, naskahnya ditolak karena tidak sesuai dengan ketentuan penerbit, faktor anggaran, ataupun naskahnya perlu revisi sehingga memakan waktu lama hingga masa naik cetak.

Namun, banyak guru yang belum memahami hal ini. Dampaknya, ketika naskahnya ditolak, yang bersangkutan langsung tidak bersemangat dan putus asa. Down. Sikap ini tidak seharusnya terjadi. Sebab, penolakan tersebut sebenarnya bisa menjadi motivasi tersendiri. Dengan adanya penolakan itu, si pengarang bisa mengetahui kelemahan naskahnya sehingga seharusnya dapat membenahi kekurangan tersebut sebaik-baiknya.

Yang mesti dicermati pula adalah sesungguhnya menerbitkan buku itu tidak sesulit yang dibayangkan. Kita bisa memanfaatkan jasa layanan penerbitan mandiri (self publishing) yang kini menjamur dan menawarkan banyak kemudahan. Misalnya, penawaran paket penerbitan plus cover dan layout halaman, paket penerbitan plus cover-layout dan editing (international standard book number), dan paket penerbitan lengkap yang meliputi pembuatan cover, layout, editing, hingga pengurusan ISBN.

Yang lebih menarik tentu saja tantangan tadi: membikin ”Gramedia” sendiri alias punya penerbitan sendiri. Sulit? Buang jauh-jauh penilaian katrok macam ini. Sebab, sesungguhnya tidak ada yang benar-benar sulit jika kita mau berusaha dan bekerja keras untuk mewujudkan suatu impian.

Kota Delta, 12 Juli 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 12, 2013, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: