Alasan Enggan Membaca (5)


Catatan Must Prast

Manusia pembelajar pada hakikatnya adalah manusia yang membaca. Kesadaran membaca ini telah dipatri oleh masyarakat pada zaman dahulu untuk menuju pencerahan. Salah satunya adalah Abu Al Barakat, kakek filsuf Ibnu Taimiyah. Saat mandi, Al Barakat menyuruh orang untuk membaca buku dengan suara nyaring. Ia lantas mendengarkannya sambil mandi. Ini bentuk kegigihannya dalam memanfaatkan waktu.

Pada masa cendekiawan muslim seperti Ibnu Sina (Avicena), Ibnu Rusyd (Averoes), Imam Al Ghazali, dan Ibnu Khaldun, budaya literasi betul-betul mendapat perhatian yang baik. Pengembangan ilmu kedokteran, ilmu filsafat, dan lain-lain pesat karena budaya baca yang kuat pada masa mereka. Setiap adanya pemikiran dan temuan baru dituliskan dan hasilnya disebarkan kepada masyarakat.

Namun, kebiasaan membaca buku di kalangan masyarakat Indonesia saat ini belum bisa disebut menggembirakan. Sebagian kalangan merasa cukup hanya dengan menonton televisi untuk menyerap informasi. Di sisi lain, upaya untuk menanamkan budaya baca kepada pelajar seolah menghadapi tembok tebal.

Banyak anak didik saat ini yang lebih suka menghabiskan waktu di warung-warung game online. Apabila kebiasaan ini terlalu berlebihan, dampaknya tentu kurang baik. Misalnya, konsentrasi belajar terganggu karena pikiran tertuju pada keinginan untuk segera nge-game.

Nah, membaca menjadi salah satu alternatif kegiatan yang positif, termasuk ketika mengisi masa liburan. Namun, masih banyak pelajar yang enggan melakukannya. Selain faktor-faktor yang telah dijelaskan terdahulu, ada penyebab lain di balik keengganan tersebut.

Salah satunya jarangnya perpustakaan umum, terutama di daerah-daerah. Pemerintah agaknya perlu menambah jumlah perpustakaan umum, mulai tingkat kelurahan hingga kecamatan. Sudut-sudut baca mesti diperbanyak di tempat-tempat keramaian.

Faktor lainnya, tumbuhnya perasaan dalam diri sebagian besar pelajar bahwa tujuan belajar adalah mendapat ijazah dan memperoleh kerja. Akibatnya, mereka enggan membaca buku. Kebanyakan di antaranya baru mau membuka buku pada saat ujian tiba. Mindset inilah yang harus diubah.

Kota Delta, 10 Juli 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 10, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: