SD Al Hikmah Beli 60 Buku Tiap Minggu


Catatan Must Prast

pemburu buku bekas

Ditemani pengurus IGI pusat Andi M. Yasin, siang itu saya mampir ke perpustakaan SD Al Hikmah Surabaya. Untuk tingkat SD, sekolah ini merupakan salah satu yang terbaik di Jawa Timur. SD Al Hikmah Surabaya telah mengukir banyak prestasi, termasuk perpustakaan terbaik.

Tidak semua orang bisa masuk ke perpustakaan tersebut. Kebetulan istri Yasin merupakan salah seorang tenaga pengajar di sana. Ia pula yang memandu kami sampai di perpustakaan.

Begitu masuk ke dalamnya, suasana nyaman langsung terhampar. Ada ribuan koleksi buku dan novel di sana. Termasuk majalah anak, surat kabar, serta buku pelajaran. Kami disambut oleh Ustad Amar, pustakawan SD Al Hikmah, serta Ustad Fauzi, staf perpustakaan.

Koleksi di perpustakaan seluas sekitar tiga lokal kelas ini terhitung sangat lengkap. Terdapat pula ruang khusus audio visual untuk kepentingan pembelajaran di perpustakaan. Terlihat buku-buku new release  di meja staf perpustakaan yang belum diberi barcode dan kertas peminjaman. Di antaranya, novel Rantau karya terbaru A. Fuadi, Guru Gokil Murid Unyu (J. Sumardianta, guru SMA Kolese de Brito Jogjakarta), dan banyak lagi. Jumlahnya puluhan. Puluhan lainnya yang belum diberi barcode perpustakaan ditaruh di lantai. Siap diproses.

Di belakang meja tersebut, terdapat ruang khusus pengelolaan perpustakaan. ”Sistem barcode dan pemberian kode buku telah dilakukan secara digital,” ujar Amar. Pria berkacamata itu kemudian menjelaskan program-program perpustakaan SD Al Hikmah.

Salah satunya, program jemput bola ke kelas-kelas. Mirip program perpustakaan masuk kelas yang pernah saya dengar dari M. Mushtaffa, kepala SMA 3 Annuqayah, Sumenep. Tiap Kamis, ada festival buku di perpustakaan SD Al Hikmah. ”Inilah hari yang ditunggu anak-anak didik kami,” jelas Amar.

Sebab, pada hari Kamis, selalu ada buku baru yang bisa dipinjam oleh para siswa dari seluruh kelas, mulai kelas 1 sampai kelas 6. Benar-benar buku anyar. Baru terbit. Mereka bebas memilih, baik buku pelajaran, novel anak, maupun buku pengayaan seperti buku-buku how to serta motivasi. Seri Why, Erlangga Kids, hingga Kecil-Kecil Punya Karya tersedia lengkap di sana.

Kesadaran membaca di sekolah ini benar-benar dibangun sejak dini dan ditanamkan kuat. Pada semester pertama saja, murid kelas 1 SD diharuskan meminjam 80 buku di perpustakaan. Laporannya ada dalam rapor. Untuk semester dua, mereka (kelas 1) diwajibkan meminjam 100 buku. Apabila kurang dari jumlah tersebut, akan ada evaluasi dari wali kelas dan pustakawan.

Target untuk siswa kelas 1 memang bukan mengarah secara khusus pada minat baca. Hal yang ditekankan kepada mereka adalah cara-cara meminjam buku, mengembalikan buku, etika meminjam buku, memelihara buku yang dipinjam, dan mengetahui katalog buku untuk memudahkan memilih buku.

Amar menambahkan, perhatian petinggi SD Al Hikmah terhadap gerakan sadar baca sangat tinggi. Salah satunya dibuktikan dengan besarnya anggaran untuk pengadaan buku di sekolah itu. Betapa tidak, untuk satu minggu saja, pihak perpustakaan SD Al Hikmah membeli 40-60 buku. Tiap satu pekan! Artinya, dalam satu bulan, mereka membeli kurang lebih 240 buku. Buku yang dibeli tidak terbatas pada buku edisi terbaru (new release), tapi juga buku obral. Tak heran jika koleksi perpustakaan tesebut mencapai ribuan dalam setahun saja.

”Kami juga menjalin kerja sama dengan berbagai penerbit dan toko buku untuk pengadaan buku ini,” tutur Amar. Di antaranya, penerbit Erlangga dan toko buku Togamas. Dengan demikian, pihaknya bisa mendapatkan diskon khusus sehingga harga buku pun lebih murah.

Begitu nyamannya perpustakaan SD Al Hikmah, tempat itu juga menjadi jujukan favorit para ustad-ustazah di sekolah tersebut apabila waktu senggang. Biasanya, mereka meminjam atau membaca buku-buku motivasi atau novel koleksi terbaru. Budaya membaca di sini betul-betul ditanamkan, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, hingga wali murid.

Untuk buku pelajaran, tiap satu semester atau enam bulan sekali ada penyegaran. Diganti rilisan baru. Apabila rak sudah tidak bisa menampung koleksi buku, buku-buku lawas akan dikumpulkan. Buku-buku tersebut tidak dijual, melainkan disumbangkan ke perpustakaan kelurahan atau panti asuhan yatim piatu yang dipilih SD Al Hikmah.

Suasana literasi di sana begitu hidup. Tak heran jika sekolah itu meraih banyak penghargaan, termasuk di bidang literasi.

Kota Delta, 7 Juli 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 7, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: