Serbagratis di Perpuskot Surabaya


Catatan Eko Prasetyo

lontong kupang + es degan = tidur nyenyak

Serbagratis! Itulah salah satu layanan yang dijanjikan Perpustakaan Kota (Perpuskot) Surabaya. Sejak lulus dari IKIP Surabaya, baru tadi saya menyambangi kembali perpustakaan yang terletak di Jalan Rungkut Asri Tengah tersebut.

Untuk membuktikan layanan itu, saya bermaksud mendaftar sebagai anggota. Ternyata memang gratis, tapi untuk warga yang ber-KTP Surabaya. Pendaftar bisa mengisi formulir pendaftaran, lalu memberikan satu fotokopi KTP Surabaya dan satu foto diri ukuran 4 x 6 berwarna. Bagi warga luar Surabaya yang ingin jadi anggota, mereka cukup membayar Rp 100 ribu. Uang ini akan dikembalikan jika ia tidak lagi menjadi anggota perpuskot.

Koleksinya lumayan banyak, mulai buku anak, ilmu terapan, komik, teknik fotografi, hingga novel-novel asing. Para pengunjung bisa meminjam buku hingga dua minggu. Perpuskot juga menyediakan wifi. Ada pula kafe sederhana yang terletak di sebelah selatan ruang baca anak.

Lokasi perpuskot termasuk strategis. Tepat di seberang barat kantor, berdiri bangunan SMAN 17 Surabaya. Tak jauh dari situ terdapat pula sebuah restoran cepat saji dan beberapa perkantoran lain. Termasuk, perumahan warga kelas menengah.

Yang menarik, di ruang baca tersisip foto-foto lawas. Misalnya, potret peletakan batu pertama pembangunan Tugu Pahlawan pada 1952 oleh Presiden Soekarno. Ada pula gambar-gambar jadul (zaman dulu) kawasan terkenal di Kota Pahlawan seperti Jembatan Petekan, Jembatan Merah, Balai Pemuda, RSUP Simpang (kini sudah tidak ada), dan Pasar Wonokromo yang legendaris.

Foto saat NICA mendarat di Surabaya pada 1945 juga terpampang. Termasuk diorama pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Yang tak kalah menarik, terdapat satu lemari khusus yang berisi buku-buku best seller Indonesia. Di situ dipajang buku karya Munif Chatib (Gurunya Manusia dan Orang Tuanya Manusia), novel Surat Dahlan, dan banyak lagi koleksi lainnya.

Di antara dua ruang baca yang tidak disekat, terdapat satu panggung khusus. Tampaknya, itu disediakan untuk masyarakat umum yang ingin mengadakan acara bedah buku. Saya lantas menanyakan ke salah satu petugas soal peminjaman tempat yang bisa menampung sekitar 40-an orang tersebut.

Ternyata bisa. Mewakili Eureka Academia, saya bermaksud mengadakan kegiatan literasi di sana. Si petugas mengarahkan saya ke seseorang yang bernama Bu Evi. Ia menyampaikan syarat untuk peminjaman aula kecil itu. Yakni, mengajukan surat permohonan resmi. Wis iku thok! Gratis! Mau?

Sidoarjo, 4 Juni 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 17, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: