Harus Mau Beli Buku


Catatan Eko Prasetyo

pempek + beras kencur = dunia serasa isis

”Mas, gimana caranya jadi penulis buku?” tanya istriku.

Ia rupanya tertarik untuk mendokumentasikan kegiatannya belajar bersama murid-muridnya menjadi buku.

Pertanyaan itu mengingatkanku pada Gol a Gong, penulis yang begitu aku kagumi karena gigih memperjuangkan literasi di Indonesia. Pada 21 Desember 2011, ia diundang Forum Lingkar Pena (FLP) Palembang.  

Seperti biasa, Gong memberikan motivasi menulis. Kepada para calon penulis FLP Palembang, ia menghadiahi wejangan. Salah satunya, penulis harus membaca. Artinya, kalau mau jadi penulis buku, ya harus baca buku. Kalau mau jadi novelis, ya harus baca novel. Kalau mau jadi cerpenis, ya kudu baca cerpen. ”Itu proses belajar,” tegasnya.

Aku lantas menyarankan istriku untuk beli buku. ”Jika pengen jadi penulis buku, kamu mesti beli buku dulu. Kemudian baca. Terus, rajin-rajin datang ke acara bedah buku penulis terkenal. Kalau perlu, kamu ikut komunitas menulis. Biar termotivasi dan mendapat banyak wawasan,” ujarku.

Setidaknya aku mendorong dia untuk menyisihkan sedikit uang dari gajinya buat beli buku tiap bulan. Dari buku-buku tersebut, ia ibaratnya telah mengumpulkan bahan naskah bukunya. Aku bangga karena ia bersemangat merampungkan naskah bukunya. Lebih bangga lagi saat ia mulai akrab dengan bacaannya.

Kota Delta, 4 Juni 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 17, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: