Cleaning Service Itu Jadi Penulis


Catatan Eko Prasetyo

kepala pelatihan Eureka Academia

”Saya ingin mengubah hidup!” ujar pemuda tersebut. Ia mengaku tak mau jadi cleaning service alias tukang bersih-bersih seumur hidupnya.

Kesadarannya untuk menjadi maju mulai tergugah saat diterima menjadi tenaga kebersihan di toko buku Gramedia. Ia akan melewati masa training selama tiga bulan. Seragam kebesarannya adalah kemeja polos putih dan celana panjang hitam. 

Sehari sebelum masuk kerja, ia mendapat briefing dari sang supervisor. Ia mendapat bekal tentang tugas-tugasnya selama menjadi petugas cleaning service. Di antaranya, menyiapkan minum untuk para pimpinan, termasuk supervisor. Tugas pokok lainnya adalah mengepel seluruh ruang mulai pukul 06.00.

Jika masuk pada sif malam, ia juga mendapat tugas menjaga tempat penitipan barang. Semua itu dilakoninya dengan hati. Terbayang sudah bahwa ia bakal memiliki pendapatan sendiri tanpa harus meminta kepada orang tuanya. Gaji bulanan yang akan diterimanya sebesar Rp 350 ribu. Baginya, jumlah tersebut cukup lumayan. Ia bersyukur.

Suatu pagi, ketika membersihkan salah satu etalase buku, ia melihat buku-buku best seller dalam kondisi terbungkus plastik. ”Enak kali ya jadi penulis. Bisa terkenal. Nggak megang sapu, kemoceng, dan alat pel seperti saya,” ucapnya.

Ketika istirahat siang tiba, ia memilih ke gudang buku. Sebab, di sana ia bisa membaca-baca buku yang bakal dipajang etalase ataupun buku yang bakal diretur ke penerbit. Sejak itu keinginannya untuk menjadi penulis buku semakin besar.

Niat tersebut diwujudkannya dengan menulis apa saja yang terkait dengan pengalamannya dalam buku harian. Ia terus berlatih menulis dan membaca buku-buku yang dipinjamnya dari teman-temannya. Demi memfokuskan diri, ia memutuskan keluar dari pekerjaanya sebagai tenaga cleaning service.

”Saya lalu mengumpulkan tulisan-tulisan saya dan saya kirimkan ke penerbit. Namun, naskah itu ditolak. Penolakan ini tidak hanya terjadi sekali, tapi berkali-kali,” tuturnya mengingat pengalaman awal mengirimkan naskah bukunya.

Usaha gigihnya akhirnya membuahkan hasil saat salah satu naskahnya diterima penerbit. Meski buku itu tidak mencatat penjualan yang memuaskan, semangatnya untuk menjadi penulis tetap terjaga.

Kini ia sudah menulis lebih dari 13 buku, termasuk menjadi ghost writer. Mantan Cleaning service tersebut membuktikan bahwa niat kuat, doa, dan kerja keras pasti membuahkan hasil. Man jadda wajadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Ia adalah saya.

Kota Delta, 6 Juni 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 17, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: