Bahasa Indonesia Kian Favorit


Laporan: Eko Prasetyo

 

SIDOARJO – Kain songket, batik, sampai wayang golek mampu menggugah antusiasme para mahasiswa Polandia untuk mempelajari banyak hal tentang Indonesia. Termasuk, bahasa Indonesia. Bahkan, karton warna-warni serta pecahan mata uang Indonesia, baik uang receh maupun kertas, menjadi media ajar bagi mereka saat belajar bahasa Indonesa.

Itulah yang dilakukan Nani Darmayanti ketika bertugas sebagai pengajar bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) di Warsawa, Polandia, pada September 2012. Bersama Kun Mustakim yang juga pernah bertugas di Polandia, dosen perempuan asal Universitas Padjadjaran tersebut memberikan penjelasan banyak hal yang terkait dengan budaya, bahasa, serta kebiasaan masyarakat negara di Eropa Timur itu.  

Pengalaman tersebut dibagikan kepada 12 dosen yang akan mengajarkan BIPA di perguruan tinggi luar negeri. Pembekalan ini dilakukan di The Sun Hotel, kawasan Sun City Mall, Sidoarjo, pada 18-19 Mei 2013. Mereka merupakan para peserta yang lolos seleksi dari tahap awal yang diikuti 22 dosen dari berbagai perguruan tinggi.

Ada enam negara yang bakal menjadi jujukan, yaitu Bulgaria, Polandia, Rusia, India, Sudan, dan Maroko. Sebanyak 12 orang yang merupakan tenaga pengajar di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia itu mendapat pembekalan dari alumni pengajar BIPA di luar negeri, Dikti, serta Biro Perencanaan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Kemdikbud.

Pangesti Wiedarti dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga narasumber Dikti menyampaikan, kegiatan pembekalan itu dilakukan agar 12 dosen BIPA tersebut mampu bertugas secara baik dan maksimal. ”Mereka akan bertugas selama empat bulan di luar negeri,” tuturnya. Ia menambahkan, para peminat bahasa Indonesia di perguruan tinggi luar negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Hal itu diamini oleh Kasi Tenaga Kependidikan Dikti Kemdikbud Endang Taryono. Sejak program tersebut diselenggarakan pada 2004, jumlah mahasiswa asing yang tertarik belajar bahasa Indonesia memang terus bertambah. ”Bahkan, di Polandia dan Rusia, bahasa Indonesia sudah menjadi mata kuliah opsional yang ditempuh dalam dua semester. Bahasa Indonesia merupakan salah satu favorit,” tegasnya.

Pria asal Jawa Barat tersebut menuturkan, pembekalan itu penting bagi para calon pengajar BIPA di luar negeri agar mereka mendapat gambaran yang jelas tentang kondisi dan permasalahan yang bakal dihadapi. ”Karena itu, kami juga mengundang alumni pengajar BIPA yang pernah bertugas di luar negeri,” lanjutnya. Selain Nani Darmayanti dan Kun Mustakim, Endang menyebutkan nama Henawan, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang pernah bertugas di India.

Tavip Achmad Syah dari Biro PKLN Kemdikbud menambahkan, para dosen BIPA tersebut nanti juga mengajar di KBRI selain perguruan tinggi setempat. ”Sarana dan prasarananya tentu bakal disediakan pula,” ucap mantan asisten atase pendidikan di Jerman itu. Ia menjelaskan, adaptasi juga sangat penting meski mereka hanya bertugas selama empat bulan nanti. Yakni, adaptasi dasar yang berupa bahasa serta adaptasi fisik yang terkait cuaca. ”Namun, orang Indonesia itu termasuk cepat dalam beradaptasi. Termasuk saat menghadapi kondisi di negara empat musim seperti Eropa,” tuturnya lantas tersenyum.

Endang menambahkan, program BIPA akan terus dievaluasi dan ditingkatkan. ”Apalagi, bahasa Indonesia saat ini termasuk favorit untuk dipelajari oleh mahasiswa asing,” ucapnya. Hanya, bukan berarti tidak ada kendala. Dia mengakui, salah satu masalah yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran. ”Namun, itu tidak menyurutkan upaya kami untuk mengembangkan program ini. Apalagi, kita juga merupakan duta bangsa yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat di luar negeri,” pungkasnya. (pr)

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 20, 2013, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: