Diskusi Onghokham dari Berbagai Perspektif


SURABAYA-IGI MEDIA –  Tiga tokoh muda bicara soal sejarah dari perspektif masing-masing. Itulah yang terjadi dalam bedah buku Sang Guru dan Secangkir Kopi; Sejarawan Onghokham dan Dunia Baru Bernama Indonesia karya Andi Achdian di Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) Sabtu siang (4/5). Kegiatan yang dilenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) tersebut mendatangkan para pembedah buku yang berasal dari latar belakang berbeda.

Salah satunya, Direktur Riset dan Pengembangan Program IGI Dhitta Puti Sarasvati. Alumnus ITB itu menegaskan, dalam kaitannya dengan dunia pembelajaran, buku Sang Guru dan Secangkir Kopi tersebut memuat pesan-pesan yang bisa diadopsi para guru. ”Misalnya, guru semestinya bisa menyampaikan materi tapi tidak terkesan menggurui,” tuturnya.

Puti –sapaan akrab Dhitta Puti– menambahkan, selayaknya kegiatan belajar mengajar tidak menciptakan disparitas antara guru dan siswa. ”Artinya, komunikasi harus terbangun dengan baik. Hal ini terlihat jelas dalam dialog-dialog yang terangkum dalam buku tersebut,” papar perempuan berkacamata itu.

Erwien Kusuma, pengamat sejarah, yang juga narasumber dalam bedah buku tersebut menuturkan, buku ini berisi romantisme. ”Sebab, banyak potongan-potongan cerita sejarah yang disampaikan dengan begitu indah dan memikat,” tegas pria yang juga aktivis museum tersebut. Erwien mencontohkan penggalan kisah tentang tuyul yang ada dalam buku itu.

”Masyarakat kita cenderung memandang tuyul sebagai bagian erat dari unsur magis. Namun, Ong bisa mengajak kita menyelami pandangan tentang tuyul dari berbagai perspektif. Contohnya, saat mengupas tentang tuyul, Ong bisa bercerita tentang pet traditional, bahkan Webber dalam pandangan Protestan,” urainya. Romantisme itu, lanjut dia, terbangun dengan apik dalam paparan-paparan yang jernih dari Andi Achdian.

Pembicara lainnya, Eko Prasetyo, memotret buku Sang Guru dan Secangkir Kopi dari perspektif literasi. Menurut editor Jawa Pos tersebut, seorang penulis harus memiliki kecakapan khusus agar karyanya mudah diterima dan pesannya langsung ditangkap pembaca. Kecakapan itu adalah kemampuan membaca.

Eko juga memaparkan empat senjata utama dalam menulis. Yakni, fokus, deskripsi, kutipan atau dialog, serta anekdot. ”Empat-empatnya terlukis jelas dalam buku ini. Itulah yang bikin buku ini menjadi hidangan yang tidak membosankan. Enak dibaca dalam segala suasana,” tuturnya.

Ia juga memuji kepiawaian Andi Achdian dalam mengemas tema yang berat menjadi sesuatu yang renyah. ”Beginilah seharusnya sebuah buku ditulis,” tegas pria yang akrab disapa Must Prast tersebut.

Kemampuan literasi itu, lanjut dia, menjadi sangat penting ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung. ”Sebuah peristiwa adalah sejarah. Sejarah menciptakan dinamika dan budaya. Maka, salah satu cara untuk melestarikan budaya adalah menuliskannya,” jelasnya.

Di era Google seperti sekarang, menurut Eko, seorang guru dituntut memiliki kreativitas yang tinggi. Kemampuan bercerita dalam menyampaikan materi menjadi hal yang tak terelakkan. Dengan gaya yang kocak, ia juga memberikan beberapa tip literasi untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Acara yang dipandu oleh trainer pendidik Itje Chodijah tersebut berlangsung gayeng. Berbagai pertanyaan dan masukan membuat diskusi lebih menarik. Salah seorang guru perempuan asal Sidoarjo mengusulkan untuk membuat film tentang Onghokham. ”Kayak film kartun Doraemon gitu loh,” ujarnya yang disambut ger oleh para peserta diskusi. Andi menyambutnya dengan senyum lebar.

Puti menambahkan, acara serupa bakal dihelat di kota-kota lain. ”Kami telah mengadakan bedah buku ini di Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya ada rencana untuk penyelenggaraan di kota lain. Ditunggu saja,” pungkasnya. (pr/igi)

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 4, 2013, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: