Mereka Punya Banyak Cerita


Catatan Eko Prasetyo

Bersyukurlah mereka yang bisa memijakkan kaki ke negara-negara luar sana. Apalagi, tidak semua orang bisa melakukannya dengan berbagai macam keterbatasannya.

Pekan ini sebagian rekan saya dari Manulife akan bertandang ke London, Inggris. Kendati diberangkatkan oleh pihak kantor, mereka tidak sedang bertugas, tapi murni liburan! Tentu saja itu berkat prestasi. Hasil dari kerja keras mereka. 

Bagi saya, Inggris bukan negara yang asing. Setidaknya tiap pekan saya tak mau jauh-jauh dari Negeri Ratu Elizabeth tersebut. Bukan berkunjung langsung, tapi nonton siaran pertandingan sepak bola Liga Inggris (Premier League) di TV. Hahaha!

Saya juga merupakan penggemar The Beatles, band legendaris asal Liverpool, Inggris. Hampir semua albumnya saya punya, mulai Please-Please Me sampai Let It Be. Banyak pula lagu-lagu The Fab Four (sebutan para personel Beatles) yang saya hafal.

Inggris tentu saja juga kaya akan nilai historisnya. Sastrawan masyhur William Shakespeare berasal dari negara ini. Penulis terkenal J.K. Rowling pun besar di sana.

Karena itu, saya pantas iri pada teman-teman saya dari Manulife tersebut. Mereka bakal bisa menikmati secara langsung berbagai suguhan kemajuan yang ada di sana. Sebagian di antaranya merupakan peserta kelas menulis yang diadakan Eureka Academia.

Renald Khasali, pengamat ekonomi dan guru besar Universitas Indonesia, pernah bilang bahwa ”silaturahmi” ke luar negeri itu sangat penting. Sebab, seseorang bisa mengambil banyak manfaat dari kunjungan tersebut. Salah satunya, mempelajari segala kemajuan di banyak hal.

Maka, sudah tentu sahabat-sahabat saya tersebut bakal membawa sekarung cerita dari liburan di London. Saya akan ”tagih” tulisan-tulisan mereka selama pesiar tersebut sebagai salah satu tugas literasi.

Hasil tulisan itu tentu sangat penting bagi yang membacanya. Ini bisa menjadi semacam referensi bagi orang lain yang mungkin bakal sowan ke tempat yang pernah mereka singgahi di London.

Wah, saya bisa membayangkan bagaimana mereka mengeluarkan skill hebat berbahasa Inggris saat shopping. Misalnya, membeli suvenir dengan bahasa Inggris dialek Suroboyoan. ”Good afternoon, I’d like to look at some shirts. Sing abang, please….”

Surabaya, 17 April 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 17, 2013, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: