Berburu Krisis


Catatan Eko Prasetyo

penulis buku Merekam dengan Kata-Kata

krisis

Ilustrasi: turbulence.org

Berburu krisis? Betul! Saat memberikan pengantar untuk buku Ponzi Ekonomi (Penerbit Kompas, 2010), dosen FE UI Chatib Basri menceritakan sesuatu yang menarik tentang Profesor Takatoshi Ito dari University of Tokyo.

Kepada Chatib, Ito secara bergurau mengaku bahwa dirinya adalah pemburu krisis ekonomi. Sebagaimana diketahui, ekonom terkenal Charles P. Kindleberger pernah menulis bahwa satu-satunya topik ekonomi yang tidak pernah usang dalam ilmu ekonomi adalah krisis.

Hal inilah yang meyakinkan Ito untuk meneliti lebih dalam soal krisis ekonomi. Bahkan, ketika krisis Asia terjadi pada 1998, Takatoshi berkeliling negara-negara di Asia, termasuk Indonesia, untuk meneliti penyebab krisis ekonomi.

Krisis ekonomi bisa dikatakan termasuk krisis kontemporer. Kompleks. Meski tidak menjamin krisis ekonomi tersebut dapat teratasi, setidaknya studi mengenai hal itu bisa memberikan gambaran agar kita mampu mempersiapkan langkah-langkah penting. Antisipatif.

Kaitan dengan Menulis

Kiranya, dalam kegiatan menulis, berburu krisis ini dapat menjadi salah satu teknik untuk mengatasi kesulitan menulis. Jamak diketahui, tak sedikit yang mengeluh bahwa salah satu tembok besar yang menghadang adalah keringnya ide.

Hal ini tentu saja menjadi hambatan yang umum dihadapi oleh mereka yang mencoba menuangkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan. Nah, berburu krisis bisa diterjemahkan sebagai aktivitas menggali ide.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, krisis dapat dimaknai sebagai masalah. Disadari atau tidak, ”masalah” (baca: gagasan) bisa datang dari mana saja seperti interaksi sosial, cangkruk di kedai kopi, membaca koran, atau bahkan naik bus umum.

Jumlah ide tersebut pasti bejibun. Untuk itu, perlu pemilahan. Nah, cara mengatasi krisis tadi bisa diartikan sebagai kegiatan mencari gagasan yang paling menarik untuk ditulis.

Lantas, bagaimana jika krisis alias masalah tersebut tidak kunjung datang? Ya diburu! Caranya? Pasang mata dan pasang telinga. Amati, cermati, dan rekam dalam memori. Selamat berburu!

Sidoarjo, 11 April 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 11, 2013, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: