Agen CIA, Agen Minyak, dan Agen Asuransi


Catatan Eko Prasetyo

pengajar di Eureka Academia

road to success

Ilustrasi: prudentfamily.wordpress.com

Sama-sama agen, tapi jelas beda kadar kebahagiaannya. Lho kok nggladrah sampai kebahagiaan?

Sebelumnya, perlu kita cermati tentang tiga profesi ini. Ada persamaan dari ketiganya. Yakni, pekerjaan tersebut akan menuntut lebih banyak porsi berada di lapangan. Ya, jalan-jalan! Yang satu jalan-jalan karena tugas (agen CIA), satunya jalan-jalan untuk kulakan (agen minyak), dan satu lagi jalan-jalan sebagai salah satu bonus dari perusahaan (agen asuransi).

Untuk profesi agen CIA, setidaknya kita bisa melihat sekelumit profesi ini dari film-film produksi Hollywood. Penuh risiko, mendebarkan, dan tak jarang bertarung menantang maut. Tak heran, untuk melaksanakan tugasnya, seorang agen CIA bisa mengunjungi berbagai tempat dan negara.

Bagi agen minyak, menjalin relasi dengan pihak distributor tentu memberi konsekuensi tersendiri. Termasuk, jalan-jalan. Namun, tentu saja jalan-jalan ini tidak untuk bersenang-senang, melainkan keperluan kulakan.

Minyak tanah saat ini mungkin sudah dianggap ketinggalan zaman. Bahan bakar kompor ini telah digerus oleh elpiji ataupun blue gaz. Namun, bagi sebagian masyarakat yang fanatik terhadap penggunaan minyak tanah seperti saya, bahan bakar tersebut merupakan sesuatu yang penting.

Karena takut pakai elpiji, saya memilih pakai kompor sumbu yang kini redup ditelan modernisasi dan kemajuan teknologi. Apesnya, saat ini sudah jarang penjual minyak tanah karena pengguna kompor kian sedikit.

Alhasil, saya mesti bersepeda pancal hingga berkilo-kilometer untuk menuju agen minyak. Dari informasi yang saya dapat, agen tersebut tak jarang kulakan hingga ke luar kota. Ia jalan-jalan, tapi bukan untuk bersenang-senang.

Terakhir adalah agen asuransi. Selama berada di kelas menulis yang dihadiri para agen asuransi Manulife, saya dibikin geleng-geleng kepala. Penghasilan mereka bisa mencapai puluhan juta per bulan.

Bonus pun sering menanti di depan mata. Santi Anjanarko, salah satu branch manager Manulife, mengatakan bahwa dirinya pernah mencetak prestasi sebagai agen dengan case terbanyak nasional. Sebagai ganjarannya, ia dihadiahi uang hingga Rp 125 juta. Belum cukup sampai di situ, ia juga diberangkatkan ke luar negeri. Tidak dalam rangka tugas, melainkan jalan-jalan murni liburan.

Bahkan, pada pertengahan April ini, sebagian agen asuransi perusahaan tersebut akan pelesir ke London, Inggris, sebagai reward atas kerja mereka. Glek! Sungguh, dari tiga agen ini, yang terakhir benar-benar menggoda saya!

Sidoarjo, 11 April 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 11, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: