Saya Harus Nulis Apa?


Catatan Eko Prasetyo

penulis buku Kekuatan Pena

”Saya harus nulis apa?” Pertanyaan itu diucapkan Felicia, salah satu pegawai Manulife yang mengikuti kelas menulis feature Eureka Academia. Hal ini sebenarnya jamak dialami kebanyakan orang yang hendak memulai menulis. Suatu bukti bahwa kegiatan tersebut memang tidak mudah. Butuh latihan secara terus-menerus.

Pengalaman sebagai Sumber Ide

Setiap individu pasti memiliki pengalaman. Baik yang menyenangkan maupun yang kurang mengenakkan. Nah, pengalaman ini bisa menjadi salah satu sumber gagasan untuk ditulis.

Bagaimana cara yang paling mudah untuk menyampaikannya? Anggaplah media tulisan sebagai lawan bicara.

Seseorang cenderung mudah menumpahkan isi benaknya ketika bertutur kepada orang lain. Hal ini juga bisa dilakukan ketika menulis feature. Pilih pengalaman yang paling mungkin untuk bisa dibagikan kepada pembaca atau orang lain.

Misalnya, menceritakan prestasi kerja dan kiat mencapainya. Apabila merasa belum percaya diri, kita juga dapat mengisahkan pengalaman orang lain.

Kita selalu punya bahan obrolan setiap bertemu rekan, kolega, ataupun saudara. Tentunya, ada topik yang menarik sehingga obrolan bisa berlangsung selama berpuluh-puluh menit. Tema perbincangan tersebut juga dapat diceritakan melalui tulisan.

Bagaimana Memulainya?

Langkah awal dalam menulis yang paling sederhana adalah memilah-milah gagasan mana yang tepat untuk disampaikan lebih dahulu. Pertama, jika tema sudah ditentukan, bikin rangkaian momen. Tiap momen bisa menjadi satu paragraf utuh.

Kedua, urut-urutkan kejadian tersebut sesuai rangkaian waktu. Dua teknik ini sebenarnya gambaran kasar dari sebuah draf atau kerangka tulisan (outline). Inilah yang menjadi semacam panduan untuk bercerita dalam sebuah tulisan.

Tahap selanjutnya adalah ngecemes (bertutur tanpa jeda). Biarkan gagasan itu mengalir dan tangan kita menerjemahkannya secara liar. Anda juga bisa melibatkan emosi untuk memperkuat nilai rasa dalam sebuah tulisan.

Sampaikan fakta-fakta yang ada dengan bahasa yang lugas, mudah dipahami, dan cermat. Masih bingung? Semoga tidak. Lha wong satu pertanyaan saja bisa jadi tulisan sepanjang ini. Gagasan tulisan ini pun lahir dari sebuah pengalaman, yaitu interaksi dalam kelas menulis. Ganbate!

Surabaya, 11 April 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 10, 2013, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: