Buku Pemanasan


Catatan Must Prast

penggemar Bob Marley

Kalau kita menulis, kita menyampaikan gagasan kita yang kita tuang untuk disampaikan kepada orang lain. Itu tentu saja hanya orang kaya yang bisa melakukannya. Yakni, orang yang memiliki kekayaan jiwa dan wawasan.

~ Helvi Tiana Rosa, pendiri Forum Lingkar Pena

*****

Kumcer Adam Panjalu (dok. pribadi)

Kumcer Adam Panjalu (dok. pribadi)

Saya dan Much. Khoiri, kolumnis dan penggiat pendidikan di Surabaya, bersepakat untuk menulis buku bareng. Temanya seputar motivasi menulis, namun kemasannya dibikin lebih eksklusif. Karena sempat tepar dan drop beberapa kali, saya belum bisa segera merampungnya. Apalagi, jadwal saya betul-betul gila sepanjang Januari hingga Maret ini.

Khoiri adalah guru saya. Maka, menjadi sebuah kebanggaan apabila murid dan guru bisa duet dalam satu buku. Dan mimpi itu akhirnya jadi kenyataan. Kami tidak benar-benar menulis berdua, tapi mengarang cerpen keroyokan dengan para guru pilihan di berbagai daerah di Indonesia. Buku ini siap hadir dalam judul Adam Panjalu.

cover depanPerbedaan karakter dari tulisan kami sangat kentara dalam buku terbitan IGI-Nurul Haqqy ini. Saya mengarang cerpen remaja, sesuatu yang sebenarnya jarang saya lakukan. Sementara Khoiri menulis cerpen serius, hasil perenungannya selama mengikuti pendidikan creative writing di Amerika Serikat pada 1990-an.

Buku antologi cerpen yang bertema pendidikan ini merupakan obsesi saya sejak lama. Saya selalu berangan bahwa sudah seharusnya sastra mendapat tempat di sekolah-sekolah. Untuk itu, saya mencetuskan ide menulis buku cerpen oleh para pendidik dan penggiat pendidikan. Setelah melakukan audisi dan proses yang begitu lama, akhirnya buku ini jadi juga.

Yang membanggakan, selain bisa menulis bareng dengan cerpenis kondang seperti Khoiri, buku ini diapresiasi oleh Yudhistira Massardi, sastrawan yang kini aktif di dunia pendidikan. ”Jika para guru sudah bisa menulis, menulis apa saja, berarti para muridnya akan terdorong untuk lebih maju, sekurang-kurangnya memiliki gairah untuk membaca dan menulis,” ujarnya.

Buku ini jadi pemanasan untuk memotivasi lahirnya buku-buku lainnya dari para pendidik di Indonesia. Tentu saja kami mengemban misi literasi, yang saat ini mulai bergeliat kembali.

Surabaya, 31 Maret 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Maret 30, 2013, in Literasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: