Barca dan Inter


Catatan Must Prast

deg-degan saat nonton Inter v Tottenham

Lionel Messi setelah menjebol gawang AC Milan di leg kedua perempat final Liga Champions 13 Maret 2013. (Sumber: bleacherreport.com)

Lionel Messi setelah menjebol gawang AC Milan di leg kedua perempat final Liga Champions 13 Maret 2013. (Sumber: bleacherreport.com)

Liga Champions Eropa (UEFA Champions League) menuai sejarah. Inilah kali pertama sejak puluhan tahun terakhir tim asal Inggris gagal berpartisipasi di perempat final. Manchester United (Inggris) dipaksa menyerah kepada Real Madrid (Spanyol) dengan agregat 2-3. Di perdelapan final, United sebenarnya mampu menahan imbang Madrid 1-1 di Stadion Santiago Bernabeu, namun justru menyerah di kandang sendiri, Old Trafford, 1-2.

Wakil Inggris lainnya, Arsenal, terjungkal oleh Bayern Munchen (Jerman). Di leg pertama, The Gunners (julukan Arsenal) justru keok di kandang sendiri, Emirates Stadium, dengan skor 1-3. Saat melawat ke markas Bayern di Allianz Arena, Arsenal mampu menang 2-0. Namun, hasil itu tak cukup untuk mengantarkan mereka lolos ke perempat final Liga Champions. Sebab, meski agregatnya 3-3, Bayern layak melaju ke babak berikutnya karena mencetak gol di kandang lawan.  

Laga hebat juga tersaji ketika dua tim raksasa Eropa bertemu, yakni AC Milan (Italia) dan Barcelona (Spanyol). Siapa pun tahu tahu reputasi El Barca (sebutan Barcelona) sebagai salah satu klub terbaik sejagat. Hampir semua lininya merata karena dihuni pemain-pemain top. Di antaranya, Gerard Pique, Andres Iniesta, Xavi Hernandes, dan pemain terbaik dunia Lionel Messi.

Meski punya tradisi kuat di Liga Champions, AC Milan sebenarnya tidak diunggulkan. Menjadi tuan rumah di leg pertama, Rossoneri (julukan Milan) juga tidak dijagokan. Ini mengingat keperkasaan Barca di liga domestik. Status underdog (tak diunggulkan) ternyata mampu melecut semangat skuad Milan.

Seolah menjungkirbalikkan prediksi banyak pengamat, Milan justru sukses memecundangi Barcelona dengan skor 2-0 lewat gol Kevin Prince Boateng dan Sulley Muntari. Stadion San Siro pun bergemuruh oleh sorak-sorai Milanisti (suporter Milan). Lionel Messi seakan dibikin tak berkutik. Bahkan, perannya nyaris tak terlihat dalam pertandingan panas tersebut.

Kekalahan ini ternyata berdampak pada permainan Barca selanjutnya. Dalam dua kali duel el clasico melawan Real Madrid, Barca dibuat bertekuk lutut. Total, dalam tiga laga berturut-turut Barca menuai tiga kekalahan beruntun.

Ini menjadi pukulan telak bagi Barcelona. Betapa tidak, mereka selama ini berlaga tanpa didampingi pelatihnya, Tito Vilanova, yang menjalani operasi kanker di Amerika Serikat. Untung, Barca tidak berlama-lama meratapi ”keterpurukan” itu.

Seolah membuktikan sebagai tim terbaik dunia, Barcelona memukul Deportivo La Coruna di Liga Spanyol. Hal ini meningkatkan moral dan kepercayaan diri skuad Barca menjelang leg kedua perdelapan final Liga Champions saat menjamu AC Milan di Stadion Nou Camp. Dalam laga ini, Barca memang diprediksi menang, namun untuk lolos ke perempat final dinilai berat.

Fakta di lapangan hijau berkata lain. Di babak pertama, Milan dibombardir Barcelona tanpa ampun. Dua gol cantik pun mampu dilesakkan Messi. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Barca kian menggila. Striker David Villa berhasil mengoyak gawang Abbiati sekaligus mempermudah asa untuk lolos ke babak berikutnya.

Namun, Milan masih punya peluang. Cukup satu gol atau kalah 1-3 saja bisa melenggangkan kaki Milan ke perempat final. Apa lacur, di saat upaya mencari dan mencuri peluang gol, AC Milan justru kembali kebobolan pada menit-menit akhir oleh Jordi Alba. Skor 4-0 untuk kemenangan Barcelona. Milan akhirnya harus menerima kenyataan pahit: kalah dengan skor yang amat mencolok.

*****

Laga sengit Inter vs Tottenham di San Siro, 15 Maret 2013. (Sumber: dailymail.co.uk)

Laga sengit Inter vs Tottenham di San Siro, 15 Maret 2013. (Sumber: dailymail.co.uk)

Baru saja laga Europa League (ajang kelas kedua di Eropa) antara Inter Milan (Italia) melawan Tottenham Hotspur (Inggris) berakhir. Pertandingan juga menyajikan pertarungan sengit.

Di White Hart Lane, markas Tottenham, Inter takluk 0-3. Jalan untuk lolos ke semifinal pun sangat terjal. Namun, duel di Stadion San Siro seakan menjadi ajang balas dendam. Pada waktu normal 2 x 45 menit, Inter mampu menang 3-0 lewat gol Antonio Cassano, Palacio, dan gol bunuh diri William Gallas. Agregat pun menjadi 3-3.

Karena itu, dilakukan babak tambahan 2 x 15 menit. Hasilnya, pada babak tambahan pertama, Tottenham berhasil mencetak gol melalui striker Emanuele Adebayor. Skor menjadi 3-1 dan Tottenham menjaga asa lolos.

Namun, di babak tambahan Kedua, Inter berhasil mencetak gol lagi via sundulan Ricky. Skor 4-1 dan agregat menjadi 4-4. Sampai peluit akhir berbunyi, skor tak berubah. Spurs (julukan Tottenham Hotspur) akhirnya berhak melenggang ke semifinal karena aturan gol away.

Barcelona dan Inter Milan sama-sama bermain hebat pada leg kedua. Mereka mampu unggul dengan skor telak. Hanya, bedanya Barca lolos, sedangkan Inter tidak. Namun, itulah sepak bola. Yang bermain bagus belum tentu menuai nasib apik. Inter Milan, buktinya.

Sidoarjo, 15 Maret 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Maret 15, 2013, in Olahraga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: