Harta Karun Jenderal Djoko


Catatan Must Prast

paling takut sama kecoak

Dipta Anindita pernah jadi Putri Solo 2008 yang kini jadi istri muda Irjen Pol Djoko Susilo. (Sumber: Tempo)

Dipta Anindita pernah jadi Putri Solo 2008 yang kini jadi istri muda Irjen Pol Djoko Susilo. (Sumber: Tempo)

Berdasar Peraturan Nomor 27 Tahun 2010 tentang renemurasi gaji pokok anggota Polri disebutkan bahwa gaji perwira tinggi polisi berpangkat bintang dua sebesar Rp 2,23 juta. Artinya, pendapatan Irjen Pol Djoko Susilo per bulan yang kini jadi pesakitan kasus simulator SIM itu ya hanya segitu. Memang, ini belum ditambah tunjangan lainnya.

Namun, alumnus terbaik Akpol 1984 ini seolah punya harta karun. Betapa tidak, saya geleng-geleng kepala ketika melihat berita di TV tentang penyitaan 23 aset milik mantan Kakorlantas Polri ini.

Setidaknya tercatat ia punya tiga SPBU. Yakni, SPBU di Ciawi, Jakarta Utara, dan Semarang. Tiga-tiganya sudah disita KPK meski masih tetap beroperasi. Aset Djoko ini diduga hasil pencucian uang. Berapa omzetnya?

Menurut Corporate Secretary Pertamina Ali Mundakir, omzet 1 SPBU dalam sehari mencapai Rp 67,5 juta sampai Rp 1,35 miliar. ”Dengan margin penjualan BBM bersubsidi Rp 703,45 per liter, laba kotor SPBU Rp 10,55 juta sampai Rp 21,1 juta per hari,” katanya. (Tempo, 14/3). Edan!

Itu belum seberapa. Aset kekayaan milik Djoko yang lain masih bejibun. Ada tanah dan rumah yang tersebar di DKI Jakarta, Solo, Depok, Semarang, dan Jogja. KPK sendiri telah menyegel enam rumah milik sang jenderal di Semarang, Solo, dan Jogja. Dua rumah lainnya disita di Depok, Jawa Barat.

Mantan Kakorlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo. (Sumber: solopos.com)

Mantan Kakorlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo. (Sumber: solopos.com)

Belum cukup di situ, KPK dikabarkan juga menyita tiga mobil mewah dan satu Toyota Avanza milik mantan gubernur Akpol tersebut. Namun, keempatnya tidak diatasnamakan Djoko, melainkan orang lain (Tempo, 14/3).

Bahkan, foto yang dijepret jurnalis Detik.com bisa bikin lebih geleng-geleng kepala. Yakni, rumah yang lebih mirip istana di Jalan Leuwinanggung, Tapos, Depok. Tembok gerbangnya saja berdiri kokoh setinggi dua meter. Luasnya? Mungkin 15 kali lipat rumah saya tipe 48 di Sidoarjo yang sebenarnya juga mewah (mepet sawah).

Karena itu, tidaklah mengherankan dengan kekayaan tersebut ia bisa mewujudkan karep apa wae. Termasuk nikah lagi a.k.a poligami. Terbukti, Djoko terendus pernah menikahi Putri Solo 2008 Dipta Anindita di KUA Sukoharjo, Jawa Tengah.

Aset istri mudanya kini juga tak luput dari penyelidikan KPK. Eh, belum tuntas di sini, dada saya  dibikin sesak lagi. Sebuah stasiun TV swasta menurunkan reportase tentang penyitaan beberapa restoran yang diduga milik istri muda Irjen Pol Djoko Susilo. Tidak dua brur, tetapi dilaporkan tiga bini!

Jelas-jelas ini dapat menyakiti kaum hawa. Apalagi, Pak Djoko dikabarkan tidak minta izin ke istri pertamanya. Mungkin merasa duitnya banyak dan apa saja bisa dibungkam dengan kekayaan. Astaghfirullah!

Sidoarjo, 14 Maret 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Maret 14, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: