Archimedes vs Sparta


Catatan Must Prast

tidak suka PMP (Pren Makan Pren)

Archimedes (Sumber: en.wikipedia.org)

Archimedes (Sumber: en.wikipedia.org)

Bola kamper yang pandai. Inilah salah satu eksperimen yang terangkum dalam buku Demonstrasi Sains Kimia Jilid  1 (Nuansa Cendekia, 2012).

Alat dan bahannya terdiri atas silinder kaca, batu marmer, asam klorida, garam dapur, kamper, dan zat warna. Cara kerjanya ada tiga. Pertama, masukkan beberapa butir marmer, garam dapur, zat warna, 20 mL HCl 2 M ke dalam silinder kaca. Kedua, masukkan beberapa tetes zat warna dan air hingga permukaan larutan 5 cm di bawah. Ketiga, masukkan 10 butir kamper. 

Eksperimen ini bertujuan untuk menunjukkan reaksi pembentukan karbondioksida serta tenggelam dan terapungnya benda karena perbedaan massa jenis antara benda dan cairan. Apa yang menarik, terutama bagi saya?

Ternyata, percobaan ini terkait dengan kisah Archimedes. Ia adalah ahli matematika dan ahli filsafat Yunani yang hidup pada 287-212 Sebelum Masehi.

Suatu ketika ia ditugasi Raja Syracuse untuk mengecek mahkotanya dibuat dari emas murni atau tidak. Sulit. Pasalnya, salah satu syaratnya adalah mahkota itu tak boleh dirusak.

Legenda eureka... (Sumber: personal.maths.surrey.ac.uk)

Legenda eureka… (Sumber: personal.maths.surrey.ac.uk)

Nah, menurut Archimedes, untuk mengetahui kemurnian suatu materi perlu diketahui massa jenisnya. Untuk mengetahui massa jenis, perlu diketahui massa dan volume. Nah, massa mahkota dapat diketahui dengan cara menimbang mahkota.

Saat berendam di bak mandi, timbul ide dari Archimedes untuk mengujinya. Dan voila…! Berhasil. Saking gembiranya, ia bergegas keluar dari berendam dan berlari sambil teriak: ”Eureka….!!!”  Dalam bahasa Yunani, eureka berarti saya menemukan.

Kisah ini abadi karena tertulis sebagaimana temuan-temuan dan pemikiran pada ilmuwan serta filsuf Yunani Kuno. Kondisi berbeda terjadi pada Sparta.

Sparta dikenal memiliki kekuatan militer yang tangguh dan kuat. Mereka bahkan dijuluki penakluk lantaran memenangi banyak pertempuran.

Dalam seminar literasi di Surabaya pada akhir Desember 2012, sastrawan Budi Darma mengibaratkan kisah Archimedes dan Sparta itu sebagai dua hal yang kontradiktif dalam sebuah peradaban. Peradaban di sini dimaknai sebagai tulisan.

Tentara Sparta yang terkenal tangguh. (Sumber: en.blog.unikom.ac.id)

Tentara Sparta yang terkenal tangguh. (Sumber: en.blog.unikom.ac.id)

Inti peradaban Yunani Kuno adalah otak (tulisan), sedangkan peradaban Sparta adalah kekuatan otot (kekuatan militer). Terbukti sampai sekarang kita masih bisa memanfaatkan tulisan-tulisan ilmuwan dan filsuf Yunani Kuno seperti Plato, Aristoteles, ataupun Archimedes.

Sparta? Peradabannya tidak meninggalkan jejak. Kita mungkin bisa mengetahuinya lewat film-film Hollywood. Tapi, ini pun belum tentu sahih karena jalan ceritanya bukan berdasar sumber tulisan, sesuatu yang tak diragukan membuatnya abadi. Seperti kisah Archimedes yang lari telanjang dari bak mandinya tadi. Eureka!

Kota Delta, 13 Maret 2013

Bacaan Must:

1. Budaya Literacy (makalah Budi Darma, disampaikan di Seminar Nasional Meningkatkan Budaya Literasi dan Perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual pada 22 Desember 2012 dalam rangka Dies Natalis Ke-48 Unesa)

2. Demonstrasi Sains Kimia Jilid 1 (Hiskia Achmad dan Lubna Baradja, Penerbit Nuansa Cendekia Bandung, 2012)

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Maret 13, 2013, in Catatan Harian, Menulis, Sejarah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: