Mak Yati


: Jeng Ratih-ku sayang

 

 

dik, ia berkeliling hampir tiap hari

dari Tebet hingga Bukit Duri

dengan berjalan kaki berkilo-kilometer

mengais rezeki dari tumpukan sampah

 

dik, ia berkeliling nyaris tiap hari

dari Bukit Duri kembali ke Tebet

di atas tanah peninggalan Ali Sadikin

bertahan hidup dari memulung sampah

 

dialah yang telah membuatku menangis

menabung tiga tahun untuk bisa berkurban

kambing kurban terbaik yang ia mampu beli

 

dia mengaku malu antre tiap Idul Kurban tiba

lalu menabung selama tiga tahun demi membeli

hewan kurban terbaik yang ia mampu beli

 

dik, ia berkeliling hampir tiap hari

dari Tebet hingga Bukit Duri

untuk mengajarkan kepada kita bahwa siapa pun

yang bersungguh-sungguh akan berhasil

 

 

Rumah Buku, 22 Februari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 22, 2013, in Puisi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: