Arsun


Catatan @mustprasetyo

alumnus SMA PGRI 1 Bekasi

Buku biografi yang berjudul Footnotes  ini mencatat torehan best seller di dunia setelah kemunculannya. Diterbitkan oleh Health Communication pada 2001, buku ini bercerita tentang sosok Lena Maria asal Swedia yang terlahir sebagai gadis cacat pada 1968. Ia tidak punya tangan dan hanya memiliki satu kaki.

Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan Dastan Books pada 2009. Hampir sama dengan motivator hebat Nick Vujicic, Lena Maria adalah penyandang tunadaksa yang punya prestasi mencengangkan, khususnya di bidang olahraga. Kendati terlahir cacat, ia sudah belajar berenang sejak usia tiga tahun.

Pada umur 18 tahun, ia menyabet tiga perak dalam kejuaraan National Swedish Games. Belum cukup sampai di situ, ia juga menggondol tiga medali emas pada kejuaraan renang Eropa yang bergengsi. Puncaknya, ia turun di Paralympic Games di Seoul, Korea Selatan, pada 1988.  

Yang keren, Lena Maria juga mampu menembus seleksi ketat di Music The Royal University, College of Music, Stockholm, pada 1987. Ia ternyata dikarunia suara yang begitu indah. Tak ayal, ia diganjar beasiswa oleh Ratu Swedia.

Prestasinya di bidang musik ternyata tidak kalah dengan catatan gemilangnya di dunia olahraga. Buktinya, ia sudah menelurkan sekitar 15 album dari berbagai genre, mulai jazz, pop, gospel, hingga klasik musik. Konsernya di banyak negara menuai sukses. Kisah hidupnya yang diangkat di televisi mampu mencuri perhatian publik.

*****

Bedah buku Memoar Guru akan berlanjut di beberapa kota di Jawa Timur. Di antaranya, Kota Batu (3 Maret 2013), Kota Malang (17 Maret), dan Bondowoso (26 Maret). Dan yang paling saya nantikan adalah kegiatan di Kota Tape (julukan Bondowoso). Tentu saja saya merasa sangat bahagia. Betapa tidak, saya akan bertemu salah satu guru berprestasi di Bondowoso, yakni Arsun.

 Awalnya, ketika bedah buku Memoar Guru di Surabaya (27/1/2013), saya dihubungi Febri, pengurus IGI Bondowoso, untuk membahas rencana kampanye gerakan guru menulis di daerahnya. Saya langsung menyanggupi. Febri juga berjanji mengundang Arsun. Siapa Arsun?

Sosoknya pernah dikupas oleh Moh. Ihsan, Sekjen IGI, pada awal Juli 2012. Arsun adalah penyandang tunadaksa. Ia terlahir tanpa kaki. Ia aktif di Ikatan Peduli Insani, organisasi penyandang cacat di Bondowoso.

Arsun kini mengajar di sebuah SD negeri setempat. Dengan sepeda motor roda tiga kesayangannya, ia lincah mengendarainya untuk menuju tempatnya mengajar. Gaya mengajarnya pun disukai murid-muridnya.

Tim Kick Andy pernah hendak menayangkan sosok inspiratif Arsun. Sayangnya, wawancara itu batal tanpa alasan pasti oleh pemangku kebijakan setempat. Ihsan enggan membeberkan lebih lanjut alasannya.

Ah, sudahlah. Yang penting, saya bahagia sekali karena akan bertatap muka dengan pak guru fenonemal yang sebelumnya kami hanya berbincang lewat dunia maya dan pesan pendek. Seperti halnya, Nick Vujicic dan Lena Maria, saya berharap agar profil Arsun bisa dibukukan. Alhamdulillah, momennya sangat tepat lantaran digeber di tengah gerakan guru menulis.

Setidaknya kiprah Arsun diharapkan dapat menginspirasi para guru di Indonesia. Seperti Lena Maria yang membuktikan bahwa kekurangan fisik bukan halangan untuk berprestasi, Arsun juga demikian. Ia tak mau dikasihani hanya karena tubuhnya cacat. Ia bahkan melakukan semua aktivitasnya secara mandiri. Sebagai guru, tiada pernah terucap keluhan. Ikhtiar, kerja keras, pantang menyerah, dan bersyukur terhadap nikmat Tuhan melekat pada kepribadiannya.

Kita sebagai manusia yang normal secara fisik pun bisa belajar kepada sosok seperti Arsun. Life without limits.

Sukodono, 21 Februari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 22, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: