Purple Cow


Catatan Must Prast

kru web IKA Unesa

Ilustrasi: pgeasun2012.en.made-in-china.com

Ilustrasi: pgeasun2012.en.made-in-china.com

Ingin sukses? Terapkan metode purple cow! Apa itu? Sebagaimana dijelaskan Medhy Aginta dalam Pro Blogger (Andi Publisher, 2012), purple cow alias sapi ungu adalah ungkapan metaforis masyhur yang diperkenalkan oleh Seth Godin. Siapa dia? Seth Godin adalah guru online marketing dunia. Karena kelas dunia, tentu saja levelnya termasuk nomor wahid.  

Purple cow ialah istilah untuk menggambarkan kondisi ketika kita harus menjadi sangat berbeda, menakjubkan, tidak terduga, luar biasa menarik, dan luar biasa unik di antara banyak pesaing kita. Mengenai purple cow ini, Seth Godin menarasikan sebagai berikut.  

Saat saya dan keluarga sedang berkendara melewati daerah pinggiran Prancis beberapa tahun silam, kami dibuat terkagum-kagum oleh ratusan sapi. Binatang-binatang itu merumput di padang tepat di sisi jalan raya. Sejauh beberapa kilometer, kami memandang ke luar jendela, mengagumi betapa indahnya pemandangan dengan ratusan sapi tersebut. Namun, setelah 20 menit berlalu, kami mulai mengabaikan mereka. Yang tadinya bikin kagum kini jadi sesuatu yang biasa. Malah membosankan. Bayangkan seandainya ada seekor sapi ungu di antara kerumunan sapi-sapi putih itu. Sapi ungu pasti akan sangat menarik perhatian kami.”

Inti cerita Godin adalah MENJADI BERBEDA. Hal ini perlu dilakukan ketika terdapat banyak pesaing dengan ciri dan kualitas yang sama. Bagus atau apik saja tidak cukup. Jadilah luar biasa!

Menurut Godin, bermanfaat saja tidak cukup. Kita harus jadi luar biasa bermanfaat! Inilah filosofi purple cow yang banyak dianut para marketer dan entrepreneur tenar.

Dalam dunia pendidikan, banyak guru berprestasi. Namun, apakah prestasinya itu bisa memberikan manfaat dan dinikmati orang lain? Saya melihat, kiat purple cow ini juga bisa diterapkan oleh para tenaga pendidik. Dalam bahasa yang lebih teknis, purple cow ini mungkin lebih cocok diterjemahkan menjadi super kreativitas.

Mari menjadi sapi, eh maaf bukan itu ding. Maksud saya: Mari menjadi luar biasa bermanfaat. Sebab, bukankah sebaik-baik manusia itu adalah yang bermanfaat bagi sesama?

Sidoarjo, 13 Februari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 13, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: